Lambeturah.co.id - Sebuah insiden kurang menyenangkan menimpa truk operasional Koperasi Desa (Kopdes) pada Kamis (15/10/2026). Niat hati hendak menuju kawasan wisata Dieng, Kabupaten Wonosobo, kendaraan tersebut justru tersesat hingga terperosok di wilayah pedesaan nan ekstrem di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.

Kejadian yang diunggah dan menjadi perbincangan di media sosial ini bermula saat pengemudi mengandalkan aplikasi navigasi digital Google Maps sebagai pemandu arah jalan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan dan informasi dari warga setempat, berikut adalah urutan kejadian yang menimpa mobil operasional tersebut:

Tujuan Awal: Mobil berangkat dengan rute tujuan awal menuju kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo.

Tersesat Jalur Ekstrem: Pengemudi sepenuhnya mengandalkan aplikasi peta digital Google Maps. Sayangnya, algoritma pemandu arah justru mengarahkan kendaraan melintasi jalur pedesaan dan perbukitan yang sempit, terpencil, serta tidak layak dilalui oleh kendaraan roda empat.

Salah Injak Pedal: Situasi kian memburuk saat melintasi medan sulit. Selain salah mengambil jalur, pengemudi mengalami kendala teknis akibat keliru menginjak pedal kopling yang seharusnya pedal rem. Akibatnya, mobil hilang kendali dan terperosok di pinggir jalan.

Kondisi Pengemudi dan Evaluasi

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengemudi dilaporkan selamat tanpa luka serius. Sejumlah warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung sigap datang ke lokasi untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi kendaraan.

Peristiwa ini menjadi pengingat dan imbauan penting bagi para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat. Masyarakat diimbau untuk tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi GPS/peta digital saat melintasi daerah terpencil, medan berbukit, atau rute baru yang belum dikenal. Bertanya kepada warga lokal (GPS lokal) tetap menjadi langkah paling aman untuk memastikan kelayakan rute yang akan dilalui.