Lambeturah.co.id – Sebuah rekaman kamera pengawas atau CCTV di salah satu SPBU kawasan Kalimalang, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian warganet. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan aksi manipulasi uang kembalian yang dilakukan seorang pria yang mengenakan jaket ojek online (ojol).

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 10.40 WIB. Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat melakukan transaksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di area SPBU.

Berdasarkan keterangan yang menyertai rekaman, pria tersebut membeli bensin dengan nominal Rp7.000. Ia kemudian membayar menggunakan uang pecahan Rp100.000 kepada petugas SPBU.

Petugas selanjutnya memberikan uang kembalian sebesar Rp93.000, sesuai dengan nilai transaksi.

Namun, sesaat setelah menerima uang kembalian, pria tersebut diduga dengan cepat mengambil atau menyelipkan sebagian uang kembalian ke dalam kantong atau jaketnya. Uang yang diduga disembunyikan tersebut disebut merupakan pecahan Rp50.000.

Setelah itu, pria tersebut kemudian diduga memprotes petugas dan mengaku bahwa uang kembalian yang diterimanya tidak sesuai atau masih kurang.

Situasi tersebut kemudian menjadi sorotan setelah rekaman CCTV memperlihatkan rangkaian kejadian dari transaksi hingga pria tersebut diduga menyembunyikan sebagian uang kembalian.

Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam dugaan modus tersebut dan meminta masyarakat, khususnya petugas SPBU, kasir, serta pelaku usaha lainnya, agar lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi tunai.

Modus semacam ini diduga memanfaatkan situasi ketika petugas sedang fokus melayani konsumen. Pelaku diduga terlebih dahulu menerima uang kembalian, kemudian sebagian uang disembunyikan sebelum mempertanyakan kembali jumlah uang yang diterimanya.

Jika tidak dilakukan penghitungan ulang secara teliti atau tidak tersedia rekaman CCTV, kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi petugas maupun pengelola usaha.

Karena itu, masyarakat dan para pelaku usaha diimbau untuk selalu menghitung uang secara terbuka di hadapan konsumen. Petugas juga disarankan tidak langsung menyerahkan transaksi berikutnya sebelum memastikan jumlah uang yang diberikan maupun diterima sudah sesuai.

Apabila terjadi perselisihan mengenai jumlah uang kembalian, rekaman CCTV dapat menjadi salah satu bahan untuk membantu mengetahui kronologi kejadian.

Meski demikian, hingga berita ini disusun, identitas pria dalam rekaman tersebut serta status hukum dari peristiwa itu belum diketahui secara pasti. Penyebutan sebagai pelaku atau tindakan penipuan perlu menunggu adanya verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ataupun menyebarkan identitas pribadi seseorang tanpa adanya kepastian dan dasar hukum yang jelas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa kewaspadaan dalam transaksi tunai tetap penting. Ketelitian petugas dan dukungan sistem keamanan seperti CCTV dapat membantu mencegah sekaligus mengungkap dugaan kecurangan dalam transaksi.