Lambeturah.co.id - Pengusaha sound horeg asal Karanganyar, Setyo Budi Mularso, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur "goblok" viral di media sosial.

Setelah video tersebut menuai perhatian publik, Budi mengaku mendapat teguran keras dari anak dan istrinya. Ia pun mengaku memilih untuk menjual perangkat sound horeg yang selama ini dimilikinya.

Budi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah keluarganya terus menasihatinya agar tidak lagi terlibat dalam aktivitas sound horeg yang berlebihan.

"Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menyeramahi 24 jam di rumah, sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," ujar Budi saat dihubungi awak media, Kamis (14/9/2026).

Menurut Budi, perangkat sound yang akan dijual merupakan perlengkapan dengan spesifikasi untuk pertunjukan horeg. Sementara itu, ia masih memiliki perangkat dengan spesifikasi konser.

"Kalau situasi ini sudah normal, biar saja dijual. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horeg, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," katanya.

Budi juga mengungkapkan bahwa bisnis sound horeg sebenarnya tidak memberikan keuntungan yang terlalu besar baginya. Ia selama ini lebih menjadikan aktivitas tersebut sebagai hobi dan sarana berkumpul bersama kerabat.

"Di sound horeg ini tidak begitu efektif dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara," ujarnya.

Ia mengaku tidak khawatir kehilangan penghasilan setelah melepas bisnis sound horeg. Menurutnya, masih banyak cara lain untuk mendapatkan rezeki.

Bahkan, Budi menyatakan dirinya tetap bersedia membantu kegiatan yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat, termasuk acara keagamaan.

"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi sound-nya untuk pengajian di Alun-alun Solo atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sedekah," ucapnya.

Budi Akui Khilaf dan Minta Maaf

Sebelumnya, Budi telah mengakui bahwa pernyataannya mengenai MUI Jawa Timur merupakan sebuah kekhilafan. Ia juga telah menemui MUI Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maaf.

"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasannya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi saat dihubungi awak media, Kamis (10/9/2026).

Ketua MUI Karanganyar KH Badaruddin mengatakan pihaknya telah memaafkan pernyataan Budi. Menurutnya, Budi telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf.

"Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan MUI Indonesia termasuk MUI Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali," ujar Badaruddin.

Pernyataan Budi soal MUI Jatim Viral

Polemik ini bermula ketika Budi menjadi narasumber dalam acara Catatan Demokrasi bertema "Sound Horeg: Musik Berujung Petaka" yang disiarkan salah satu stasiun televisi nasional.

Dalam acara tersebut, Budi mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya terkait fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jawa Timur.

Saat menyampaikan pendapatnya, Budi melontarkan pernyataan keras terhadap MUI Jatim. Potongan video pernyataannya kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.

Belakangan, Budi menyatakan menyesali ucapannya dan menganggap pernyataan tersebut sebagai kekhilafan. Ia pun memilih meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi hal serupa.