Lambeturah.co.id – Nama Le Minerale menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul dugaan bahwa merek air minum dalam kemasan tersebut menjadi sponsor kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).
Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pembagian konsumsi di sekitar lokasi kegiatan. Dalam rekaman tersebut, logo Le Minerale terlihat pada sejumlah fasilitas pembatas jalan atau water barrier yang berada tidak jauh dari lokasi pembagian konsumsi.
Kemunculan logo tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan dugaan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut, bahkan muncul seruan boikot terhadap produk Le Minerale.
Menanggapi isu yang berkembang, Le Minerale akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosial resminya. Perusahaan dengan tegas membantah tudingan bahwa mereka menjadi sponsor maupun terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Le Minerale menegaskan tidak memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap aksi yang berlangsung pada 29 Oktober 2026.
Le Minerale juga menjelaskan mengenai keberadaan logo perusahaan yang terlihat dalam video viral tersebut. Menurut pihak perusahaan, logo itu terpasang pada water barrier atau pembatas jalan yang berfungsi sebagai fasilitas pengaturan lalu lintas, bukan merupakan atribut sponsorship kegiatan.
Dengan demikian, perusahaan menegaskan bahwa kemunculan logo pada fasilitas tersebut tidak dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan maupun dukungan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat sekaligus mencegah kesalahpahaman akibat informasi yang beredar di media sosial.
Sebelumnya, keberadaan logo Le Minerale di sekitar lokasi kegiatan menjadi perhatian setelah sejumlah warganet menghubungkannya dengan aktivitas pembagian konsumsi kepada peserta kegiatan.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan bagaimana potongan video dan informasi yang beredar di media sosial dapat memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Karena itu, klarifikasi dari pihak terkait serta pemeriksaan terhadap informasi yang beredar menjadi penting agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.





