Lambeturah.co.id – Aksi vandalisme berupa pelemparan batu terhadap Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Pink Line rute Tanjung Priok–Kampung Bandan, Jakarta Utara, menyebabkan dua kaca jendela pada gerbong kelima pecah pada Minggu (1/11/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.25 WIB di lintas Tanjung Priok–Kampung Bandan. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL sempat mengalami keterlambatan karena petugas melakukan pengamanan di sekitar lokasi yang juga terdapat kerumunan warga di jalur rel.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa aksi pelemparan batu mengakibatkan kerusakan pada bagian jendela kereta.

“Yang menyebabkan dua kaca jendela pada kereta ke-5 pecah" kata Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter dikutip pada Minggu.

Karina menjelaskan, petugas terkait segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta memastikan keselamatan pengguna dan sarana KRL. Untuk menghindari risiko yang lebih besar, perjalanan Commuter Line sempat ditahan sebelum melintasi lokasi kejadian.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi jalur kini telah kembali normal. Pada pukul 08.48 WIB, perjalanan Commuter Line tujuan Stasiun Jakarta Kota kembali diberangkatkan dari Stasiun Tanjung Priok.

“Imbas kejadian tersebut sebanyak tiga perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan masing-masing hingga 19 menit.” ujarnya.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperhatikan informasi terbaru mengenai operasional perjalanan kereta.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak sarana perkeretaapian maupun membahayakan keselamatan penumpang dan petugas.

Informasi lebih lanjut mengenai operasional Commuter Line dapat diakses melalui aplikasi C-Access dan media sosial resmi KAI Commuter.