Lambeturah.co.id - Kasus dugaan intoleransi yang sempat memicu perhatian publik di kawasan Cipayung, Kota Depok, akhirnya resmi berakhir damai. Kedua belah pihak yang terlibat telah duduk bersama dan sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan dan musyawarah.

Pertemuan yang berlangsung kondusif ini membuahkan hasil positif setelah kedua belah pihak saling mendengarkan dan mengklarifikasi duduk perkara yang sebenarnya. Berdasarkan hasil musyawarah, mereka mengakui bahwa insiden yang sempat viral tersebut murni dipicu oleh adanya kesalahpahaman di lapangan.

"Kedua belah pihak telah bertemu dan sepakat untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Mereka juga mengakui bahwa insiden tersebut dipicu oleh adanya kesalahpahaman," tulis keterangan resmi yang beredar.

Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak menyatakan menganggap permasalahan telah selesai dan berjanji untuk tidak memperpanjang konflik. Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan tabayun (klarifikasi) guna mencegah potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.

Langkah damai yang diambil oleh warga Cipayung ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Penyelesaian lewat musyawarah mufakat dinilai menjadi contoh yang baik dalam menjaga kerukunan, toleransi, serta kondusivitas di wilayah Kota Depok.

Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan telah kembali normal, dan masyarakat diimbau untuk tidak lagi menyebarkan narasi yang dapat memicu spekulasi liar di media sosial.