Lambeturah.co.id - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dilaporkan mengalami erupsi yang disertai dengan gempa pada Jumat (6/11/2026) siang. Aktivitas vulkanik ini menambah daftar panjang rangkaian erupsi yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Momen erupsi tersebut sempat direkam oleh warga dan dibagikan melalui media sosial oleh pengguna Threads @puturmdn, yang turut memberikan peringatan kepada para pendaki dan warga yang sedang berkemah (camping) di sekitar kawasan gunung agar tetap waspada.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Pada Rabu (4/11/2026) lalu, tercatat sebanyak 98 kali erupsi dalam sehari yang disertai lontaran material pijar serta dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat. Tinggi kolom abu saat itu terpantau berkisar antara 100 hingga 500 meter di atas puncak, sementara aliran lava teramati sejauh 500 meter ke arah tenggara.
Hingga saat ini, status Gunung Ile Lewotolok masih berada di Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara tegas melarang masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas, serta memperluas radius hingga 3 kilometer khusus untuk sektor selatan dan tenggara.
Mengingat potensi bahaya abu vulkanik dan material pijar, warga yang tinggal di sekitar lereng gunung diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal informasi kebencanaan terpercaya lainnya.
Bagi seluruh warga, pendaki, serta kelompok yang tengah melakukan aktivitas perkemahan di sekitar kawasan gunung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang, serta mematuhi seluruh instruksi keselamatan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.





