Lambeturah.co.id - Sebuah banner berukuran besar berisi kalimat protes dan kritik keras terhadap pemerintah mendadak hebohkan warga serta pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Viktor, Serpong, BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (1/11/2026).

Banner yang terpasang di papan reklame pinggir jalan tersebut menarik perhatian publik di tengah dinamika sosial-politik yang tengah berkembang.

Tulisan dalam banner tersebut menyampaikan nada protes yang tajam: "Oligarki bajingan, bangsat go to hell bikin rakyat miskin. Cinta Indonesia."

Dipasang Sejak Sabtu Malam

Berdasarkan kesaksian seorang juru parkir (jukir) di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya, banner tersebut diduga sudah terpasang sejak Sabtu (31/10/2026) malam.

"Dipasang kalau enggak salah sekitar jam 9 malam. Saya enggak ada (di lokasi) waktu pemasangan," ungkap sang juru parkir saat ditemui pada Minggu (1/11/2026).

Ia menambahkan bahwa sebelum banner protes tersebut terpasang, papan reklame itu lebih sering memuat baliho dari salah satu partai politik.

"Sebelumnya (papan reklame) gambarnya partai. Jarang ada gambar iklan," tambahnya.

Diduga Milik Politisi dan Menarik Perhatian Anak Muda

Juru parkir tersebut menduga pemasangan banner dilakukan oleh tim dari salah satu politisi partai politik. Sebab, menurut informasi yang diperolehnya, papan reklame itu memang milik politisi terkait dan sangat jarang digunakan untuk kepentingan iklan komersial.

Selain itu, posisi papan reklame berdekatan dengan sebuah ruko yang pernah difungsikan sebagai kantor partai politik, meski saat ini ruko tersebut telah beralih fungsi menjadi tempat cukur rambut.

Hingga Minggu siang, belum terlihat ada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang datang untuk menurunkan atau menertibkan banner tersebut. Sebaliknya, lokasi keberadaan banner justru dipadati oleh warga dan kelompok anak muda yang datang untuk mengabadikan momen.

"Enggak ada (Satpol-PP yang nurunin). Anak muda juga pada dateng, pada foto-foto," ujar juru parkir tersebut.

Kendati demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan secara pasti siapa sosok politisi maupun partai politik di balik pemasangan banner bernada kritik keras tersebut.