Lambeturah.co.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi arogansi oknum pesepeda di jalan raya. Sebuah video amatir yang merekam perselisihan antara pengendara mobil dan rombongan pesepeda di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) viral setelah di media sosial. Keriuhan ini memicu gelombang kritik dari netizen yang geram dengan ego para pesepeda tersebut.
Kronologi Kejadian di Jam Sibuk
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada hari kerja (weekdays) sekitar pukul 06.30 WIB. Waktu tersebut dikenal sebagai salah satu jam paling sibuk di kawasan BSD, di mana mobilitas warga sangat tinggi untuk berangkat kerja hingga mengantar anak sekolah.
Berdasarkan rekaman video, rombongan pesepeda yang mengenakan pakaian ketat khas olahraga sepeda (cycling jersey) tampak mengambil jalur tengah jalan raya. Tindakan ini menghambat arus lalu lintas di belakangnya, hingga menyebabkan antrean deretan mobil.
Mengingat laju kendaraan tertahan, perekam video beserta deretan mobil di belakangnya membunyikan klakson secara berulang. Maksud klakson tersebut adalah meminta jalan agar rombongan pesepeda memberi ruang di jalur kanan supaya arus lalu lintas bisa terurai.
Bukannya Mengalah, Malah Beri Gestur 'Mikir'
Alih-alih menepi ke jalur kiri atau memberikan jalan, rombongan pesepeda tersebut justru merespons klakson dengan kemarahan. Salah satu pesepeda tertangkap kamera memberikan gestur tangan menunjuk kepala atau isyarat "mikir" kepada pengendara mobil.
"Kejadian saat weekdays di jam sibuk keberangkatan warga, namun pesepeda malah meminta pengendara untuk 'mikir' supaya mengambil jalur mepet pembatas jalan," tulis keterangan dalam narasi yang beredar.
Oknum pesepeda tersebut seolah menuntut agar mobil-mobil di belakangnya yang mengalah dan mengambil risiko mepet ke pembatas jalan, demi memberikan mereka keleluasaan di jalur tengah.
Reaksi Netizen: Kritik Terhadap Ego di Jalan Raya
Video ini langsung memancing reaksi keras dari netizen. Banyak yang menyayangkan sikap rombongan pesepeda yang dinilai tidak tahu tempat dan waktu saat menyalurkan hobi mereka. Kritik pedas pun bermunculan, bahkan memicu sindiran verbal terkait pakaian yang mereka kenakan.
"Apa benar celana makin ketat, makin tinggi juga egonya?" cetus salah satu netizen di kolom komentar, menyindir fenomena arogansi pesepeda road bike yang seringkali merasa memprioritaskan diri di atas pengguna jalan lain.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video di Instagram tersebut telah mendapat ribuan likes dan ratusan komentar. Publik berharap pihak kepolisian atau dinas perhubungan setempat dapat memberikan edukasi dan tindakan tegas bagi para pesepeda yang kerap melanggar marka jalan demi kenyamanan bersama di fasilitas publik.





