Lambeturah.co.id - Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, berinisial HK (40), diduga menjadi korban penganiayaan oleh wali murid. Korban disabet menggunakan parang hingga mengalami luka pada lengan kirinya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9) sekitar pukul 12.30 WIB di lingkungan sekolah. Saat kejadian, HK disebut tengah berada di area sekolah bersama sejumlah guru lainnya.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial TM alias S (44) yang diduga sebagai pelaku.
"Betul, korban merupakan salah satu guru di sekolah tersebut," kata Argo saat dihubungi awak media, Senin (28/9).
Argo menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, kejadian bermula saat HK melihat terduga pelaku membawa senjata tajam. Korban kemudian mendekati pria tersebut.
Namun, terduga pelaku diduga langsung mengayunkan parang ke arah korban. Sabetan tersebut mengarah ke bagian leher sehingga HK berusaha menangkis menggunakan tangan kirinya.
Akibatnya, lengan kiri korban mengalami luka. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa parang dengan panjang sekitar 80 sentimeter.
Menurut polisi, dugaan penganiayaan tersebut diduga dipicu miskomunikasi terkait persoalan anak terduga pelaku di sekolah.
"Awalnya terjadi miskomunikasi terkait anak dari pelaku yang diduga mengambil jajanan di kantin. Info yang kami dapat, anak pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus. Perkara masih dalam penanganan dan pendalaman kepolisian," ujar Argo.
Sebelum kejadian, pihak sekolah disebut telah memanggil ibu dari anak tersebut untuk membahas persoalan yang terjadi. Masalah itu kemudian diselesaikan secara kekeluargaan dan dinyatakan selesai.
Setelah pertemuan tersebut, ibu anak itu kemudian menghubungi suaminya. Polisi menduga terjadi miskomunikasi yang kemudian berujung pada insiden penganiayaan terhadap guru tersebut.
"Sebelumnya ibu dari anak tersebut sudah dipanggil pihak sekolah dan persoalan telah diselesaikan kekeluargaan serta dinyatakan selesai, setelah itu ibu menelpon suaminya diduga terjadi miskomunikasi," kata Argo.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian serta motif di balik dugaan penganiayaan terhadap guru SD tersebut.





