Lambeturah.co.id — Besaran hadiah lomba bola voli dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan masyarakat.
Sorotan tersebut muncul setelah beredar informasi mengenai pembagian hadiah untuk para pemenang lomba. Dalam video yang viral di media sosial, juara pertama cabang bola voli disebut hanya menerima hadiah sebesar Rp350 ribu.
Sementara itu, hadiah untuk juara kedua tercatat sebesar Rp250 ribu, juara ketiga Rp150 ribu, dan juara keempat Rp100 ribu. Dengan demikian, total hadiah yang disebutkan untuk cabang bola voli mencapai Rp1,7 juta.
Besaran hadiah tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan karena lomba bola voli merupakan pertandingan beregu yang melibatkan sejumlah pemain dalam satu tim.
Dalam informasi yang beredar, Pemerintah Kecamatan Watopute diketahui mengalokasikan anggaran sebesar Rp21 juta untuk pelaksanaan enam jenis kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Enam kegiatan tersebut terdiri dari bola voli, bola gotong, tenis meja, mini soccer, domino dan karaoke.
Dari keseluruhan kegiatan tersebut, cabang bola voli disebut memiliki alokasi hadiah sebesar Rp1,7 juta.
Rincian hadiah yang beredar yakni Rp350 ribu untuk juara pertama, Rp250 ribu untuk juara kedua, Rp150 ribu untuk juara ketiga dan Rp100 ribu untuk juara keempat.
Angka tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai besaran hadiah yang diterima para pemenang, khususnya juara pertama.
Disebut Tak Sebanding dengan Pertandingan Beregu
Sorotan semakin ramai karena hadiah tersebut diberikan kepada pemenang pertandingan yang dimainkan secara beregu.
Melalui sebuah video yang beredar, pemilik akun bernama Andrhy Sarylimpo turut mempertanyakan besaran hadiah lomba tersebut.
Dalam unggahannya, ia menyebut total anggaran kegiatan mencapai Rp21 juta dengan enam item kegiatan. Ia kemudian menyoroti hadiah cabang bola voli yang disebut hanya Rp1,7 juta.
“Hadiah kejuaraan Kecamatan Watopute dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Total anggaran 21 juta dengan 6 item kegiatan,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip Indosultra.com.
Ia juga mempertanyakan apakah nominal yang diberikan tersebut merupakan hadiah kejuaraan atau bentuk saweran.
“Uang juara ka ini atau saweran, bikin malu saja Kecamatan,” demikian pernyataan yang terdengar dalam video tersebut.
Warga Pertanyakan Transparansi Penggunaan Anggaran
Persoalan ini pada dasarnya bukan hanya menyangkut besar kecilnya hadiah. Perhatian publik juga mengarah pada transparansi mengenai penggunaan anggaran kegiatan HUT RI di tingkat kecamatan.
Dengan adanya informasi mengenai total anggaran Rp21 juta untuk enam kegiatan, masyarakat tentu membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana anggaran tersebut dibagi, termasuk untuk hadiah, perlengkapan pertandingan, operasional kegiatan dan kebutuhan lainnya.
Kejelasan mengenai rincian tersebut penting agar tidak muncul persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Apalagi kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan pada dasarnya merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Transparansi anggaran dapat menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara kegiatan.
Belum Ada Klarifikasi dari Pihak Terkait
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kecamatan Watopute mengenai rincian anggaran kegiatan, mekanisme penetapan hadiah maupun alasan penentuan nominal hadiah untuk masing-masing juara.
Indosultra.com juga melaporkan bahwa pemilik akun yang pertama mengunggah informasi tersebut belum memberikan respons ketika dikonfirmasi terkait pernyataannya.
Karena itu, angka dan informasi yang beredar masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai penggunaan anggaran kegiatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Watopute.





