Lambeturah.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan anggota DPR RI melakukan video call di tengah rapat menjadi sorotan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, anggota DPR yang disebut sebagai politisi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, terlihat menggunakan ponselnya saat rapat berlangsung.
Momen itu disebut terjadi ketika Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama MIND ID. Di tengah pembahasan, Moreno tampak asyik melakukan panggilan video melalui ponselnya.
Dalam video yang beredar, Moreno terlihat tertawa sambil menjulurkan lidah ke arah kamera. Ia juga sempat memperlihatkan layar ponselnya ke arah ruang rapat.
Aksi tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian masyarakat menilai penggunaan ponsel untuk melakukan video call di tengah rapat DPR kurang pantas, mengingat rapat tersebut merupakan forum resmi yang membahas kepentingan publik.
Salah satu unggahan yang membagikan video tersebut berasal dari akun Instagram @corongoposisi. Kolom komentar unggahan itu kemudian dipenuhi berbagai tanggapan dari warganet.
"Baiknya mendingan izin keluar acara di sebentar. Lalu melet-meletnya cukup kalian berdua aja yang tahu. Hargai orang di forum seperti kita ingin dihargai," tulis akun @papa.oggi.
Komentar lain mempertanyakan keseriusan para wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya.
"Ya gini emang rata-rata semua orang yang digaji untuk ngurusi negara ini. Rata-rata memang begitu modelnya, lantas apa yang kalian harapkan?" tulis @arraka.official.
Sementara itu, akun @blabliblubleblobrr menilai perilaku semacam itu seolah menjadi hal yang biasa terjadi.
"Di situ emang normalnya gitu. Kalau kerjanya pada serius, Indonesia sudah maju sekarang," tulisnya.
Ada pula warganet yang meminta agar anggota DPR tidak hanya memberikan permintaan maaf apabila terbukti melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas.
"Sekarang desakan masyarakat bukan hanya minta maaf saja, harus minta maaf + mundur," tulis @handsome_hansamu.
Video tersebut hingga kini menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sorotan terutama tertuju pada sikap anggota DPR saat mengikuti rapat resmi yang melibatkan lembaga dan pihak terkait.





