Lambeturah.co.id — Kawasan kuliner dan wisata Pantai Losari kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, sebuah unggahan di media sosial mendadak viral setelah seorang pengunjung membagikan pengalaman anehnya saat hendak membayar retribusi parkir menggunakan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Bukannya masuk ke rekening resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atau PD Parkir, dana tersebut justru mengarah ke rekening sebuah warung makan bernama "Kedai Syahbil" .

Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah akun Instagram dan Threads @makassarupdates mengunggah keresahan pengunjung tersebut.

"Bayar pakai QRIS, tapi nama penerima dana yang muncul justru membuat pengunjung bertanya-tanya. Saat memindai kode QR yang diarahkan petugas di kawasan Pantai Losari, pengunjung ini mendapati nama merchant 'Kedai Syahbil' muncul di layar pembayaran," tulis narasi dalam unggahan viral tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat seorang pengunjung hendak memarkirkan kendaraannya di area Pantai Losari. Guna mendukung program digitalisasi dan transaksi non-tunai (cashless), pengunjung tersebut meminta opsi pembayaran menggunakan QRIS kepada juru parkir (jukir) yang bertugas.

Petugas parkir yang mengenakan atribut resmi kemudian mengarahkan pengunjung untuk memindai sebuah kode QR. Namun, betapa terkejutnya pengunjung saat melihat aplikasi perbankannya:

• Nama Penerima Tertera: Kedai Syahbil

• Lokasi Transaksi: Kawasan Wisata Pantai Losari

• Kecurigaan: Transaksi tidak mengarah ke akun resmi badan pengelola perparkiran daerah.

Hal ini langsung memicu tanda tanya besar mengenai ke mana aliran dana parkir Pantai Losari selama ini mengalir, serta apakah ada praktik pungutan liar (pungli) dengan modus digital.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warga Makassar dan netizen yang kerap berkunjung ke Losari. Banyak yang menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap juru parkir di ikon wisata Kota Daeng tersebut.

Beberapa poin keresahan netizen di kolom komentar antara lain:

• Potensi Kebocoran PAD: Netizen khawatir uang parkir yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan kota justru masuk ke kantong pribadi.

• Modus Baru Pungli: Penggunaan QRIS pribadi atau milik usaha lain diduga menjadi modus baru oknum nakal untuk mengelabui pengendara dan pihak berwajib.

• Tuntutan Evaluasi: Warga mendesak PD Parkir Makassar Raya dan Dinas Perhubungan untuk segera turun tangan menertibkan jukir di sepanjang Pantai Losari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola parkir resmi Kota Makassar maupun kedai yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan QRIS "Kedai Syahbil" di lahan parkir publik Pantai Losari.