Lambeturah.co.id — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi protes seorang pengemudi ojek online (ojol). Driver tersebut terlibat cekcok mulut dengan seorang pemilik toko di kawasan Jalan Legoso Raya. Perselisihan ini dipicu lantaran sang driver diminta untuk mengangkut enam dus paket berukuran besar sekaligus dalam satu kali pengiriman.

Video rekaman kejadian tersebut viral di Medsos. Dalam video yang beredar, terlihat perdebatan sengit antara pengemudi ojol dan pihak penjual yang bersikeras agar barang-barang tersebut dibawa menggunakan sepeda motor.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat driver ojol tersebut menerima orderan pengiriman barang (instant delivery). Namun, sesampainya di lokasi penjemputan di Jalan Legoso Raya, ia terkejut melihat penampakan barang yang harus diangkutnya.

Pemilik toko telah menyiapkan enam buah dus besar yang dinilai sangat tidak manusiawi dan tidak aman jika dipaksakan masuk ke atas satu unit sepeda motor.

"Muatan tersebut terlalu banyak dan sangat berisiko bagi keselamatan saya di jalan," ujar sang driver dalam perdebatan tersebut.

Driver ojol menilai kapasitas muatan tersebut sudah jauh melebihi batas (overload). Jika dipaksakan, hal tersebut tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, melainkan juga berpotensi mencelakai pengguna jalan lainnya. Enggan mengambil risiko kecelakaan, sang driver pun memilih untuk menegur pemilik toko, yang kemudian berujung pada adu mulut.

Tidak butuh waktu lama bagi video tersebut untuk mengundang beragam reaksi dari warganet. Mayoritas netizen kompak menyuarakan dukungan mereka kepada sang driver ojol dan mengkritik tindakan pemilik toko yang dianggap egois dan pelit.

Banyak warganet menilai bahwa pemilik toko seharusnya menggunakan layanan mobil (car delivery) untuk muatan sebesar itu, alih-alih memanfaatkan tarif motor yang lebih murah namun mengorbankan keselamatan orang lain.

Berikut beberapa poin penting yang menjadi sorotan netizen terkait aturan pengiriman barang roda dua:

• Batas Dimensi & Berat: Kendaraan roda dua memiliki batas maksimal kapasitas angkut demi menjaga keseimbangan motor.

• Hak Menolak: Driver ojol memiliki hak penuh untuk menolak (cancel) pesanan jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan regulasi dimensi aplikasi.

• Edukasi Seller: Penjual diharapkan lebih bijak dan jujur saat memasukkan dimensi barang di aplikasi agar sistem bisa mengalokasikan armada yang sesuai (mobil/motor).

Hingga saat ini, video tersebut terus menuai perbincangan hangat, dan banyak pihak berharap agar pihak aplikator memberikan perlindungan serta sanksi tegas kepada toko-toko yang kerap mengakali sistem pengiriman demi meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan keselamatan mitra driver.