Lambeturah.co.id - Warga Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi dibuat resah akibat maraknya aksi pencurian celana dalam perempuan yang terjadi dalam sebulan terakhir. Puluhan pakaian dalam dilaporkan hilang dan hingga kini pelaku masih belum berhasil ditangkap.
Kasus ini menjadi perhatian setelah Ketua Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi, Abdul Fatah Hasan, menjelaskan dugaan motif di balik aksi pencurian tersebut berdasarkan kepercayaan spiritual yang berkembang di masyarakat.
Menurut Abdul Fatah, apabila pelaku mengambil celana dalam yang belum dicuci, barang tersebut diyakini digunakan dalam ritual pelaris usaha. Dalam kepercayaan tersebut, pakaian yang belum dicuci dianggap masih menyimpan energi dari pemiliknya sehingga dipercaya dapat dimanfaatkan dalam ritual tertentu.
Sementara itu, jika yang dicuri adalah celana dalam yang sudah dicuci dan dijemur, motifnya disebut lebih mengarah pada ritual pengasihan atau pelet. Ia juga menyebut pelaku terkadang mengambil lebih dari satu pakaian dalam untuk memilih barang yang dianggap memiliki kecocokan energi sesuai kebutuhan ritual.
Abdul Fatah menambahkan bahwa tidak ada kriteria khusus dalam menentukan korban. Target biasanya dipilih berdasarkan arahan atau metode yang digunakan oleh masing-masing penasihat spiritual. Ia juga menyebut bulan-bulan tertentu, seperti Bulan Suro, kerap dikaitkan dengan pelaksanaan ritual dalam kepercayaan tersebut.
Meski demikian, penjelasan tersebut merupakan pandangan dari narasumber berdasarkan kepercayaan spiritual dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah maupun dikaitkan dengan motif pasti dalam kasus yang sedang diselidiki aparat kepolisian.
Sebelumnya, aksi pencurian celana dalam di Dusun Telagasari sempat viral setelah sosok pelaku terekam kamera. Namun hingga kini identitas pelaku masih belum terungkap.
Salah satu korban, Sulis Nunda Sari (32), mengaku telah kehilangan sedikitnya 12 celana dalam. Ia bahkan mengaku sempat memergoki pelaku sebanyak tiga kali, tetapi tidak berani bertindak karena merasa takut.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan motif sebenarnya di balik aksi pencurian yang telah meresahkan warga tersebut.





