Lambeturah.co.id — Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di tengah kerumunan warga menjadi perhatian di media sosial dan mendadak viral. Dalam unggahan tersebut, pria itu terlihat berada di kawasan permukiman pada malam hari dan diduga tengah memprotes suara keras dari sound horeg.
Berdasarkan keterangan yang tertulis dalam unggahan Instagram akun @jonbrayy, peristiwa tersebut menggambarkan seorang ODGJ yang disebut mengamuk di tengah kerumunan warga karena diduga merasa terganggu dengan kebisingan sound horeg.
Dalam video yang beredar, terlihat suasana jalan pada malam hari. Di salah satu bagian rekaman, tampak sebuah kendaraan dengan perangkat suara berada di sekitar lokasi. Seorang pria kemudian terlihat berada di pinggir jalan dan menjadi perhatian warga.
Narasi dalam unggahan menyebutkan, “Seorang ODGJ mengamuk di tengah kerumunan warga diduga keberisikan sound horeg.” Sementara itu, keterangan pengunggah berbunyi, “Gak ada pengertiannya banget emang.”
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perbincangan warganet. Sebagian menyoroti persoalan penggunaan sound horeg yang menghasilkan suara dengan volume tinggi, terutama ketika berlangsung di sekitar permukiman warga.
Kebisingan dari pengeras suara memang kerap menjadi persoalan ketika kegiatan hiburan atau hajatan berlangsung di lingkungan padat penduduk. Bagi sebagian warga, suara yang terlalu keras dapat mengganggu waktu istirahat dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Namun, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai lokasi pasti, waktu kejadian, maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut berdasarkan materi unggahan yang tersedia. Kondisi pria dalam video juga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan rekaman singkat maupun keterangan akun media sosial.
Karena itu, informasi mengenai penyebab pasti pria tersebut mengamuk masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang berada di lokasi. Istilah yang digunakan dalam unggahan media sosial juga sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk memastikan kondisi kesehatan atau diagnosis seseorang.
Terlepas dari peristiwa tersebut, kejadian ini kembali memunculkan perhatian terhadap penggunaan sound system bervolume tinggi di tengah permukiman. Persoalan kebisingan diharapkan dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan kenyamanan seluruh warga serta aturan yang berlaku di wilayah masing-masing





