Lambeturah.co.id — Juba Harmoun, sahabat Betrand Peto, memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait laporan yang tengah ditangani pihak kepolisian.
Juba mengatakan dirinya hadir untuk memenuhi pemeriksaan sebagai saksi. Namun, ia memilih tidak memberikan banyak keterangan sebelum proses pemeriksaan oleh penyidik selesai.
"Saya dipanggil sebagai saksi untuk laporannya. Untuk jawabannya mohon ditunggu dulu ya," ujar Juba saat di periksa di polda MetroJaya, pada Selasa (22/9/2026).
Juba juga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kondisi kembali seperti semula dan aktivitas pekerjaan dapat kembali berjalan.
"Semoga semuanya aman. Cepat selesai ya, biar bisa kelihatan lagi, bisa balik syuting lagi," katanya.
Dalam keterangannya, Juba membenarkan bahwa dirinya berada di lokasi ketika peristiwa tersebut terjadi. Meski demikian, ia menegaskan tidak menyaksikan secara langsung apa yang terjadi di dalam kamar.
Menurut Juba, dirinya berada di luar kamar dan memiliki urusan sendiri sehingga tidak mengetahui secara langsung kejadian yang berlangsung di dalam ruangan.
"Saya di luar kamarnya, di luar room-nya. Saya karena ada urusan sendiri, saya nggak lihat kamarnya," ungkapnya.
Juba kemudian menceritakan bahwa ketika dirinya masuk ke dalam ruangan, ia justru merasa bingung karena melihat Betrand sudah mengalami luka.
"Makanya saya juga pas masuk room-nya bingung karena baby udah ada luka," tutur Juba.
Juba kembali menegaskan bahwa dirinya tidak melihat langsung peristiwa yang menyebabkan luka tersebut. Karena itu, ia menyerahkan penjelasan mengenai kronologi secara lengkap kepada proses pemeriksaan penyidik.
"Oh itu tidak ya, dari saya tidak. Saya pun juga tidak lihat apa-apa," ujar Juba.
Ia mengatakan keterangan lebih lengkap akan disampaikan kepada penyidik dalam pemeriksaan sebagai saksi.
Ketika ditanya mengenai jumlah orang yang berada di lokasi, Juba menyebut terdapat sekitar 11 orang. Ia menjelaskan bahwa sebagian di antaranya merupakan orang yang bekerja di tempat tersebut.
"Kalau orangnya ada sekitar 11," kata Juba.
Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan sejumlah orang di lokasi pada awalnya berkaitan dengan kegiatan bersama dan untuk bersenang-senang setelah aktivitas pekerjaan.
"Yang mengundang untuk gabung ke room, itu emang sebagai teman-teman, emang mau have fun aja dari lokasi, dari kerjaan," jelasnya.
Mengenai berbagai informasi mengenai kejadian tersebut, Juba memilih untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri. Ia menyerahkan seluruh proses kepada penyidik dan meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan.
"Ya pokoknya nanti kita lihat hasilnya aja sih gimana," ujarnya.
Juba juga berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan titik terang. Ia menyampaikan doa agar keadaan bisa kembali seperti sebelumnya sehingga aktivitas pekerjaan yang sempat terdampak dapat kembali berjalan.
"Kita semua berdoa semuanya bisa balik ke awal lagi karena banyak pekerjaan juga akan keluar," katanya.
Juba menyebut dirinya dan rekan-rekan lainnya berharap dapat kembali menjalankan pekerjaan setelah persoalan tersebut selesai. Ia juga menyebut adanya sejumlah pekerjaan yang telah menanti.
"Kita akan melanjutkan kerjaan lagi," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai waktu kejadian, Juba memperkirakan peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari.
"Jam satu, jam dua. Ya mungkin jam segituan lah, jam-jam segituan. Udah pagi lah," ungkapnya.
Juba kemudian mengakhiri keterangannya dengan meminta semua pihak mendoakan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
"Ya, pokoknya kita doain yang terbaik aja," pungkas Juba.





