Lambeturah.co.id - Kondisi kabut asap di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia, semakin mengkhawatirkan. Pemerintah setempat akhirnya menetapkan seluruh wilayah Serian dalam status darurat setelah kualitas udara memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan.

Penetapan status darurat tersebut mendapat persetujuan langsung dari Raja Malaysia Sultan Ibrahim pada Jumat (4/9/2026).

Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak kabut asap sekaligus melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat yang terdampak polusi udara.

Keputusan tersebut diberikan setelah Raja Malaysia menerima masukan dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama sejumlah instansi terkait yang terus memantau perkembangan kualitas udara di kawasan terdampak.

Dengan status darurat, pemerintah Malaysia dapat mengambil langkah penanganan secara lebih cepat dan terkoordinasi untuk menghadapi kondisi udara yang dinilai membahayakan.

Pemerintah juga memastikan upaya mitigasi serta edukasi kepada masyarakat akan segera dilakukan secara masif. Warga di wilayah terdampak akan mendapatkan informasi dan imbauan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

"Kabut asap akan terus dipantau dari waktu ke waktu dan semua langkah yang diperlukan akan segera diimplementasikan," demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Malaysia, Jumat.

Pemerintah menegaskan langkah tersebut mencakup berbagai upaya mitigasi, termasuk penyebaran informasi serta imbauan kesehatan kepada masyarakat.

Kondisi kabut asap lintas batas ini kembali menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara, terutama karena dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah yang menjadi lokasi kebakaran, tetapi juga dapat menyebar ke negara-negara tetangga.