Lambeturah.co.id - Saman Umar (76), kakek yang sempat viral karena diduga menjadi korban eksploitasi saat mengemis di Kota Banda Aceh, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membantah dirinya dipaksa oleh orang lain untuk mengemis maupun menyerahkan hasil mengemis kepada pihak tertentu.

Warga Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, itu datang dan menyerahkan diri ke Kantor Satpol PP-WH Kota Banda Aceh pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saman diterima langsung oleh Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh Muhammad Rizal. Turut hadir Juru Bicara Pemko Banda Aceh Tomi Mukhtar.

Dalam keterangannya, Saman mengaku datang ke Banda Aceh atas keinginannya sendiri untuk mengemis. Bahkan, pihak keluarga disebut telah melarangnya mencari uang dengan cara tersebut di ibu kota Provinsi Aceh.

“Tidak ada paksaan (dari seseorang) saat saya mengemis,” kata Saman.

Saman juga menjelaskan sosok pria yang selama ini terlihat bersamanya. Menurutnya, pria tersebut hanya membantu mengantar dan menjemput dirinya.

Ia menegaskan tidak ada pihak yang mengatur aktivitasnya maupun meminta setoran dari uang yang diperolehnya selama mengemis.

Pria yang mendampingi Saman diketahui bernama Syaiful Fadli (55), warga Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Syaiful juga membantah melakukan pemaksaan terhadap Saman.

Syaiful mengaku baru pertama kali membantu mengantar seorang pengemis. Ia menyatakan siap memberikan keterangan apabila nantinya dibutuhkan dalam proses lebih lanjut.

“Saya dibayar Rp50 ribu per hari, cuma beliau yang saya antar,” ujar Syaiful.

Pengakuan Saman dan Syaiful menjadi informasi awal terkait dugaan eksploitasi terhadap pengemis lansia di Banda Aceh. Liputan lebih mendalam mengenai kasus tersebut rencananya akan disajikan dalam laporan khusus dan Program Saksi.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Irwanda M Jamil, mengatakan Saman rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya pada hari yang sama.

Menurut Irwanda, pihaknya telah menerima Saman dari Satpol PP-WH dan melakukan asesmen terhadap kondisi kakek tersebut.

“Kami terima dari Kasatpol PP-WH Banda Aceh untuk kami ambil tindakan selanjutnya, sudah melakukan asesmen, selanjutnya berkoordinasi dan akan dikawal Dinas Sosial Pidie, akan diantar ke rumah,” kata Irwanda.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang kakek lansia menggunakan tongkat berada di sebuah warung kopi hingga larut malam di Banda Aceh viral di media sosial.

Video tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya eksploitasi terhadap lansia yang mengemis. Namun, berdasarkan keterangan terbaru Saman, dirinya mengaku mengemis atas kemauan sendiri dan tidak mendapat paksaan dari pihak lain.