Lambeturah.co.id — Kondisi kebakaran dan kabut pekat di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian setelah sebuah unggahan di media sosial menyampaikan adanya situasi yang disebut cukup mengkhawatirkan.

Dalam unggahan yang beredar di Sosial Media Instagram @bilaa_ahmad, pemilik akun menyebut dirinya mendapat kabar dari pihak keluarga mengenai kondisi di Kalimantan. Ia menyampaikan bahwa kebakaran disebut terjadi di sejumlah lokasi, disertai kabut pekat yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Baru dapat kabar dari Om: Kalimantan kebakaran di mana-mana. Kabut pekat, air bersih mulai susah, banyak penerbangan di cancel,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu juga memperlihatkan sejumlah kondisi yang menggambarkan jarak pandang terbatas akibat kabut. Salah satu gambar menunjukkan suasana dengan langit berwarna kemerahan dan asap tebal, sementara gambar lainnya memperlihatkan pengendara sepeda motor yang melintas dalam kondisi jarak pandang yang sangat terbatas.

Pemilik akun kemudian mempertanyakan minimnya pemberitaan mengenai kondisi tersebut. “Tapi kenapa di ig, tik tok rasanya sepi berita,” tulisnya.

Ia turut menyampaikan harapan agar situasi di wilayah terdampak segera membaik dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Kondisi yang disebutkan dalam unggahan tersebut meliputi dugaan kebakaran, kabut pekat, kesulitan memperoleh air bersih, hingga pembatalan sejumlah penerbangan. Namun, informasi tersebut masih berupa kesaksian atau laporan yang disampaikan melalui media sosial dan belum dapat dipastikan cakupan maupun lokasi pastinya tanpa konfirmasi dari otoritas terkait.

Apabila kondisi tersebut benar terjadi di sejumlah wilayah, kabut asap akibat kebakaran dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, jarak pandang, transportasi udara, serta aktivitas sehari-hari. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, serta instansi terkait.

Hingga informasi ini dikonfirmasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan sumber resmi dalam memperoleh perkembangan mengenai kondisi kebakaran dan kualitas udara di Kalimantan.