Lambeturah.co.id - Kebakaran melanda pabrik lampu PT Global Teguh Indonesia di kawasan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2026). Peristiwa tersebut membuat ratusan karyawan panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Kobaran api terlihat melahap area pabrik. Asap hitam pekat membubung tinggi hingga terlihat dari kejauhan.
Kepala UPT Damkar Batuceper, Ucok Negara, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas masih belum mengetahui penyebab pasti kebakaran.
"Jadi informasi yang kita terima, ada kebakaran jam 1 siang di PT Global Teguh Indonesia, ini memproduksi lightning atau lampu. Terkait penyebabnya, kita belum mengetahuinya sampai saat ini," ujar Ucok di lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah kendala saat berusaha menjinakkan api. Salah satunya adalah hembusan angin yang cukup kencang serta banyaknya material yang mudah terbakar di dalam area pabrik.
Meski demikian, petugas memperkirakan sekitar 40-50 persen kobaran api telah berhasil dipadamkan.
Ucok memperkirakan proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam, tergantung kondisi di lapangan.
"Kalau estimasinya api bisa dipadamkan mungkin sekitar 3-4 jam, mungkin bisa kita lakukan pemadaman," katanya.
Sementara itu, salah seorang karyawan bernama Adit menceritakan detik-detik kepanikan saat kebakaran terjadi. Menurutnya, api muncul ketika para pekerja tengah memasuki waktu makan siang.
Adit menyebut asap dan kobaran api terlihat berasal dari Gudang B. Para pekerja sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api sudah telanjur membesar.
"Makanannya langsung dilempar dan lari ke dalam ambil APAR mau memadamkan, tapi api sudah membesar, tidak tertolong, jadi semua langsung dievakuasi keluar, sampai ada yang bongkar tembok," kata Adit.
Di tengah situasi panik, para pekerja juga berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di sekitar area pabrik.
"Iya, tadi kita sempat menyelamatkan motor pekerja saat api mengecil. Kita selamatkan motor dengan cara dibopong," ujarnya.
Hingga Rabu sore, proses pemadaman masih terus dilakukan. Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran dan 35 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Belum diketahui secara pasti total kerugian akibat kebakaran. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa juga masih menunggu hasil penanganan dan pendataan di lokasi.





