Lambeturah.co.id – Pemerintah Indonesia mengimbau jemaah umrah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan yang kembali terjadi di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, Arab Saudi.
Di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang memanas, jemaah disarankan memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah dan menghindari penerbangan transit.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan imbauan tersebut pada Jumat (23/10/2026). Menurutnya, pemilihan rute penerbangan langsung menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko perjalanan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Dahnil meminta jemaah Indonesia mengutamakan maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dari Indonesia menuju dua kota tujuan utama ibadah umrah tersebut.
“Jemaah agar memilih maskapai yang terbang langsung ke Madinah dan Jeddah, bukan maskapai yang transit,” ujarnya.
Selain memperhatikan perjalanan udara, jemaah yang telah berada di Arab Saudi juga diminta untuk memusatkan aktivitas pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Pemerintah mengimbau agar jemaah menunda perjalanan wisata ke luar kedua kota tersebut demi menjaga keselamatan.
Serangan yang terjadi di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut juga menimbulkan kerusakan material di area bandara. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi masih melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi.
Di tengah perkembangan tersebut, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone di Provinsi Timur, Arab Saudi.
Situasi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan udara, termasuk perjalanan jemaah umrah dari berbagai negara.
Meski terjadi serangan di Dammam, Dahnil menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, otoritas Arab Saudi menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di Makkah serta Madinah masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Informasi tersebut juga disebut sejalan dengan catatan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Kendati demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Dahnil menjelaskan bahwa kebijakan terkait penyelenggaraan ibadah umrah terus dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri, mengingat persoalan tersebut berkaitan dengan keselamatan WNI serta hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi.
Pemerintah juga berharap negara-negara yang terlibat konflik dapat menahan diri agar ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak semakin meluas dan berdampak pada masyarakat sipil.





