Lambeturah.co.id – Situasi keamanan di Papua kembali menjadi perhatian warga Toraja Utara. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) asal Toraja Utara yang bertugas di wilayah tersebut dikabarkan mengajukan permohonan pindah tugas ke kampung halaman.
Kekhawatiran terhadap keselamatan jiwa menjadi salah satu alasan warga ingin kembali ke daerah asal. Terlebih, insiden kekerasan yang menewaskan Aris Sanda, warga Toraja Utara yang bekerja sebagai sopir travel rute Wamena–Nduga, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Aris dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan di wilayah Papua Pegunungan pada Selasa (15/9/2026. Peristiwa itu menambah kecemasan keluarga dan warga Toraja yang selama ini menggantungkan hidup di tanah Papua.
Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menerima sejumlah pengajuan perpindahan kerja dari warga asal Toraja yang bertugas di Papua.
Menurut Frederik, kekhawatiran terhadap kondisi keamanan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi warga yang berada jauh dari keluarga.
Frederik mengatakan, pemerintah daerah memahami keresahan yang dirasakan warga Toraja di Papua. Namun, keinginan untuk kembali ke kampung halaman tidak serta-merta dapat direalisasikan.
Pemkab Toraja Utara memiliki keterbatasan kewenangan dalam proses perpindahan ASN, terutama apabila menyangkut instansi atau pemerintah daerah lain.
Pengajuan mutasi harus melalui mekanisme administrasi dan persetujuan pihak yang berwenang sesuai ketentuan kepegawaian.
Karena itu, setiap permohonan perlu diproses sesuai aturan yang berlaku.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.
Frederik juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan persoalan keamanan kepada aparat yang memiliki kewenangan.
Di tengah kekhawatiran warga perantauan, perhatian masyarakat Toraja Utara juga tertuju kepada keluarga Aris Sanda.
Kepergian Aris meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat di kampung halaman. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah hadir memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menanggapi harapan tersebut, Pemkab Toraja Utara menyatakan akan melihat kondisi serta kebutuhan keluarga Aris Sanda untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan.
Dukungan tersebut akan disesuaikan dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
Perhatian terhadap keluarga korban dinilai menjadi bagian penting dalam membantu mereka menghadapi masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga.
Bagi masyarakat Toraja, Papua selama ini menjadi salah satu daerah tujuan untuk bekerja dan mencari penghidupan.
Namun, situasi keamanan yang terjadi membuat sebagian warga dan keluarga di kampung halaman diliputi kecemasan.
Pengajuan pindah tugas oleh sejumlah ASN asal Toraja Utara menjadi gambaran kekhawatiran yang dirasakan warga terhadap keselamatan mereka selama bertugas jauh dari keluarga.
Masyarakat berharap situasi keamanan di Papua dapat segera membaik, sehingga warga Toraja yang bekerja maupun menetap di sana dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
Di sisi lain, perhatian pemerintah terhadap aspirasi warga perantauan dan keluarga korban diharapkan terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Bagi keluarga di Toraja Utara, keselamatan orang-orang terkasih yang merantau menjadi harapan utama di tengah situasi yang masih menimbulkan kekhawatiran.





