Lambeturah.co.id - Sebuah kisah pilu yang menguras air mata media sosial datang dari Sulawesi Selatan. Seorang anak yang tengah berjuang mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite justru harus menerima kenyataan pahit bahwa sang ibu telah menghembuskan napas terakhirnya sebelum ia sempat pulang membawa bensin.

Peristiwa emosional ini mendadak tular dan memicu gelombang simpati publik setelah diunggah di berbagai platform media sosial, seperti Threads, Instagram, hingga X (Twitter).

Berdasarkan informasi yang beredar, anak tersebut sudah berdiri di barisan antrean SPBU sejak pukul 10.00 WITA akibat kelangkaan BBM yang tengah melanda wilayah tersebut. Di tengah penantian panjang demi mendapatkan BBM agar bisa menemani sang ibu, kabar buruk justru menghampirinya. Tepat ketika giliran antreannya tiba, petugas mengumumkan bahwa stok Pertalite telah habis.

Di saat yang bersamaan, ia mendapat kabar duka bahwa sang ibu telah meninggal dunia. Skenario tragis ini membuatnya tak sempat berada di samping sang ibu pada detik-detik terakhir hidupnya.

Beruntung, di tengah situasi serba kalut dan duka yang mendalam, sesama warga yang berada di lokasi menunjukkan kepeduliannya. Seorang warga yang baik hati secara sukarela membagikan bensin miliknya agar anak tersebut bisa segera bergegas pulang ke rumah duka.

"Beruntung ada warga baik hati yang akhirnya memberikan bensin meski terlambat," ujar salah satu keterangan unggahan yang ramai disorot netizen.

Ungkapan duka cita dan belasungkawa terus mengalir deras dari para netizen. Banyak yang menyayangkan krisis kelangkaan BBM yang berdampak fatal pada momen-momen krusial masyarakat, sembari mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian berat ini.