Lambeturah.co.id — Rasa cemas warga terhadap potensi aksi pembegalan di jalanan malam hari kembali meningkat. Maraknya informasi mengenai kawasan 'zona merah' rawan kejahatan di media sosial membuat sejumlah pengendara, khususnya yang sering beraktivitas hingga larut malam, ekstra waspada.

Keresahan ini salah satunya diungkapkan oleh seorang warga melalui unggahan di media sosial yang belakangan menyita perhatian netizen. Seusai mengisi acara (perform), ia mengaku terkejut mendapat kabar adanya kejadian pembegalan di sekitar wilayahnya, ditambah rentetan peringatan dari teman-temannya melalui sambungan telepon.

Kondisi jalanan yang mendadak jauh lebih sepi dari biasanya—yang diduga terjadi akibat fokus masyarakat yang terbagi pada momen nonton bareng (nobar)—semakin menambah kekhawatiran pengendara malam.

"Padahal udah biasa pulang malam sendiri, tapi kayaknya beberapa hari ke depan prefer pakai ojek dulu sih," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.

Menariknya, demi memastikan perjalanannya tetap aman menembus jalanan sepi, ia sampai memanfaatkan fitur dari dua aplikasi penyedia jasa transportasi daring sekaligus (Gojek dan InDrive) hingga memesan tiga driver ojek online.

Aksi ini dilakukannya sebagai bentuk antisipasi ekstra di tengah tingginya ancaman tindak kriminalitas jalanan pada malam hari. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para driver ojol yang tetap siaga mengantar penumpang meski di tengah bayang-bayang isu keamanan.

Momen Waspada di Tengah Tren 'Zona Merah'

Unggahan tersebut lantas mendapat ragam tanggapan dari netizen. Banyak yang menyuarakan rasa saling jaga (stay safe) dan mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah di jam-jam rawan jika tidak ada keperluan mendesak.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama serta respons cepat dari aparat penegak hukum untuk meningkatkan patroli malam, khususnya di titik-titik rawan yang kerap dilabeli warga sebagai 'zona merah'.