Lambeturah.co.id - Suasana kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di tingkat RT yang identik dengan kehangatan dan kebersamaan justru menghadirkan cerita unik sekaligus menggelitik. Seorang warga yang antusias mengikuti perlombaan memasak antar-RT harus rela gigit jari lantaran karya kuliner yang disajikannya dinilai "terlalu bagus" oleh panitia dan juri setempat.

Kisah tidak biasa ini pertama kali dibagikan oleh akun Threads @olgayuvenda. Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman perdananya berpartisipasi dalam perlombaan memasak tingkat RT untuk memeriahkan momen 17 Agustus. Namun, alih-alih mendapatkan nilai tinggi atas kemampuan penataan (plating) dan tampilan hidangannya yang estetik, ia justru dinyatakan kalah.

Alasan penilain yang diberikan juri pun terbilang tak biasa. Masakannya dianggap kalah kriteria karena hasilnya dinilai terlalu bagus dan tampak profesional seperti hidangan yang disajikan di kafe, sehingga dinilai kurang cocok dengan standar lomba tingkat warga biasa.

"Baru kali ini ikut lomba masak antar RT dalam rangka 17 agustus trs kalah gara2 'hasilnya terlalu bagus, seperti makanan di cafe' 😂," tulis akun @olgayuvenda dalam unggahannya.

Meski gagal menyabet gelar juara dalam kompetisi lokal tersebut, unggahan tersebut mendadak viral di media sosial. Sontak, cerita tersebut mengundang beragam reaksi kocak dan simpati dari warganet. Banyak yang menyayangkan penilaian juri, sementara tak sedikit pula yang berseloroh bahwa masakan yang terlalu rapi justru dianggap 'mencurigakan' atau membeli dari luar di tingkat perlombaan warga.

Pengalaman kocak ini menjadi bukti bahwa keseruan lomba 17-an kerap menghadirkan dinamika tak terduga—di mana standar kelezatan dan keindahan kadang kalah dengan kriteria lokal yang sulit ditebak!