Lambeturah.co.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap temuan adanya ribuan pegawai di lingkungan Kementerian PU yang diduga terlibat judi online (judol) dan melakukan manipulasi absensi elektronik. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan dilakukannya rotasi besar-besaran terhadap sejumlah pegawai di kementerian tersebut.

Dody mengatakan, berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat sekitar 6.000 pegawai Kementerian PU yang terindikasi melakukan transaksi judi online.

"Ini bukan data saya, ini data PPATK. Judol itu pidana," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total pegawai di lingkungan Kementerian PU. Meski demikian, Dody belum mengungkapkan rincian mengenai nilai transaksi, rentang waktu pemantauan, maupun perkembangan proses pemeriksaan terhadap para pegawai yang masuk dalam data tersebut.

Ia juga belum menjelaskan berapa banyak pegawai yang telah dikenai sanksi disiplin atau apakah kasus-kasus tersebut sudah dilimpahkan kepada aparat penegak hukum.

Selain dugaan keterlibatan dalam judi online, Dody mengungkap adanya pelanggaran disiplin lain berupa manipulasi absensi elektronik. Berdasarkan hasil evaluasi internal, sekitar 3.000 hingga 4.000 pegawai diduga melakukan kecurangan dalam sistem kehadiran.

"Bayangkan, 3.000–4.000 orang itu main-main absen. Satu dari sepuluh pegawai saya bohong soal absen," ujarnya.

Dody menjelaskan, praktik tersebut baru terungkap setelah sistem absensi elektronik di Kementerian PU diperbaiki dan pengawasannya diperketat. Sebelumnya, penindakan terhadap pelanggaran disiplin dinilai tidak berjalan optimal karena adanya hubungan pertemanan maupun ikatan antarkelompok pegawai yang membuat proses pemeriksaan kerap terhambat.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan berbagai dugaan pelanggaran disiplin tidak pernah berlanjut hingga tahap penindakan secara tegas.

Hingga kini, Kementerian PU belum mengungkap modus yang digunakan para pegawai dalam memanipulasi sistem absensi digital. Dody juga belum menjelaskan apakah ribuan pelanggaran tersebut terjadi dalam satu waktu atau merupakan akumulasi dari hasil pemeriksaan dalam periode tertentu.