Lambeturah.co.id - Momen anak berangkat sekolah biasanya dipenuhi dengan pemandangan yang menggemaskan. Dengan seragam licin yang disetrika rapi, rambut tersisir rapi, serta aroma minyak telon atau parfum anak yang wangi, si kecil siap melangkah menuntut ilmu.

Namun, pemandangan berbeda 180 derajat kerap terjadi saat jam pulang sekolah tiba.

Baru-baru ini, sebuah unggahan media sosial mendadak viral dan mencuri perhatian netizen. Unggahan tersebut memperlihatkan transformasi drastis penampilan seorang anak sekolah dasar saat berangkat versus pulang sekolah.

Dalam potret awal, si kecil tampak begitu rapi, bersih, dan menggemaskan. Namun saat pulang, tampilannya berubah total. Seragam yang tadinya dimasukkan kini keluar acak-acakan, wajah yang tadinya bersih mendadak kusam berdebu bak selesai melakukan pertempuran di gurun pasir, hingga tatanan rambut yang sudah tak berwujud.

"Si kecil yang berangkat sekolah dengan rapi dan wangi untuk menuntut ilmu, eh pulangnya malah kayak abis pertempuran di gurun pasir. Belum lagi kadang aromanya," tulis unggahan tersebut yang disukai ribuan pengguna internet.

Fenomena ini rupanya sangat relate dengan pengalaman para orang tua di rumah. Kolom komentar pun langsung dibanjiri respons kocak dari netizen yang mengeluhkan hal serupa. Banyak ibu-ibu yang mengaku pasrah setiap kali mendapati anaknya pulang sekolah dengan kondisi "habis perang".

"Berangkat kaya pangeran, pulang sekolah malah mirip korban bencana alam," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

"Aromanya itu lho, perpaduan antara keringat matahari, debu lapangan, dan bau matahari. Tapi jujur, itu tandanya mereka aktif dan bahagia di sekolah," timpal netizen lainnya.

Para ahli parenting sebenarnya menilai fenomena ini sebagai hal yang wajar dan justru positif. Penampilan anak yang berantakan usai sekolah menunjukkan bahwa mereka aktif bereksplorasi, bermain dengan teman sebaya, serta mengekspresikan diri secara bebas selama jam istirahat.

Meskipun bikin pusing dan menambah tumpukan cucian di rumah, momen-momen kocak seperti inilah yang kelak akan menjadi kenangan manis dan merindukan bagi para orang tua saat anak-anak tumbuh dewasa.

Bagaimana dengan si kecil di rumah? Apakah pulangnya rapi atau sama-sama "habis perang"?