Lambeturah.co.id - Proses pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diwarnai insiden mencekam. Empat orang anggota relawan pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kesurupan secara tiba-tiba di tengah-tengah upaya mereka menjinakkan si jago merah, Rabu (4/11/2026) malam.
Peristiwa mistis tersebut terjadi saat operasi pemadaman telah memasuki hari keempat. Berdasarkan data di lapangan, kebakaran lahan ini telah meluas hingga diperkirakan mencapai 50 hektare. Petugas dan relawan di lapangan juga dihadapkan dengan medan yang sangat berat, mulai dari ketebalan tanah gambut yang membuat api sulit dipadamkan hingga jauhnya akses sumber air.
Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin, membenarkan adanya insiden di luar nalar tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan kebakaran pada hari keempat itu sejatinya telah dimulai sejak pukul 15.00 WITA. Namun, situasi berubah tegang ketika waktu menunjukkan pukul 18.20 WITA.
"Hari ke-4 terjadi kebakaran lahan di tempatnya di Makroman, ya. Penanganan sekitar pukul 15.00 kita melakukan pemadaman sampai saat ini. Kemudian pada saat melakukan pemadaman pada pukul 18 lewat 20 menit, terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar Nanang Arifin saat dikonfirmasi.
"Kepada rekan-rekan relawan dari sana, terjadi kesurupan. Kemudian dua sudah kita larikan ke puskesmas terdekat supaya bisa ditindaklanjuti," tambahnya.
Hingga saat ini, dari total empat relawan yang mengalami kesurupan, dua orang di antaranya telah sadar dan pulih, sementara dua relawan lainnya masih harus menjalani penanganan medis serta pemulihan lebih lanjut di puskesmas setempat.
Meskipun diwarnai insiden mistis dan kendala geografis yang cukup pelik akibat gambut tebal, tim gabungan bersama para relawan terus berupaya keras untuk melokalisir dan memadamkan sisa-sisa kebakaran di lokasi kejadian.





