Lambeturah.co.id — Sebuah unggahan video memperlihatkan aksi sejumah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang sedang membersihkan dan menyapu trotoar jalanan mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh salah satu akun Instagram tersebut, tampak para ASN yang mengenakan seragam dinas turun langsung ke jalan untuk membersihkan dedaunan dan sampah yang mengotori trotoar. Aksi gotong royong ini digadang-gadang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kota.
Namun, alih-alih mendapat pujian sepenuhnya dari masyarakat, aksi bersih-bersih ini justru menuai beragam reaksi kritis dari netizen. Tak sedikit warganet yang menilai aksi tersebut cenderung formalitas atau sekadar pencitraan semata.
Beberapa netizen menyoroti gaya para ASN saat memegang sapu dan berkumpul di jalanan yang dinilai tidak efektif.
"Mau disebut sibuk tapi salah kaprah, mau foto-foto tapi salah tempat. Bukankah sudah ada petugas bagian kebersihan dengan pembagian jarak tugas yang jelas? Ini sapu-sapu jalan malah kelihatan kayak lagi arisan," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Selain kritik mengenai efektivitas kegiatan, netizen juga membandingkan aksi sosial para pejabat ini dengan gaya kepemimpinan tokoh lain, salah satunya Dedi Mulyadi yang dikenal kerap menggerakkan aksi kebersihan secara tegas dan spontan saat menjabat.
Meskipun menuai kritik, sebagian masyarakat tetap mengapresiasi niat baik para ASN untuk menjaga keindahan kota. Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi instansi publik bahwa aksi sosial tidak hanya memerlukan kehadiran fisik di lapangan, tetapi juga efektivitas dan ketulusan agar tidak terkesan sekadar pemenuhan konten di media sosial.





