Lambeturah.co.id - Aksi tak bertanggung jawab sepasang orang tua pendaki gunung mendadak viral dan memicu kemarahan publik di media sosial. Bagaimana tidak, pasangan suami istri ini nekat meninggalkan anak balita (toddler) mereka sendirian di dalam tenda di Mount Prau demi bisa melakukan perjalanan ke puncak (summit).
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam setelah sejumlah unggahan dari sesama pendaki beredar di platform Threads. Dalam narasi yang diunggah, balita tersebut ditemukan sedang menangis histeris sendirian di dalam tenda tanpa pengawasan siapa pun.
Beruntung, pendaki lain yang melintas mendengar jeritan tangis anak tersebut dan memutuskan untuk bersiaga menjaga sang balita. Mereka harus menunggu hingga kurang lebih 1,5 jam sampai orang tua anak tersebut akhirnya kembali dari puncak.
Saat dikonfirmasi oleh pendaki lain yang menunggui anaknya, sang orang tua berdalih dan beranggapan bahwa jarak dari tenda menuju puncak "dekat". Alasan tersebut makin menyulut emosi netizen karena dinilai sangat meremehkan keselamatan dan keselamatan jiwa sang anak, mengingat cuaca ekstrem serta bahaya alam di kawasan pegunungan.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar pedas dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap egois kedua orang tua tersebut yang lebih mementingkan ego pribadi untuk sampai ke puncak ketimbang keselamatan buah hatinya.
"Bener-bener manusia dikasih akal tapi gak dipake. Malu sama gelar sebagai orang tua kalau masih egois!" tulis salah satu akun di Threads.
Tidak sedikit netizen yang menyebut tindakan ini bukan hanya sekadar kelalaian biasa, melainkan bentuk penelantaran anak yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis mendalam bagi sang balita, selain risiko bahaya fisik seperti hipotermia.
Hingga saat ini, insiden tersebut terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan menjadi pelajaran keras bagi para orang tua untuk tidak memaksakan hobi di luar ruang jika harus mengorbankan keselamatan anak.





