Lambeturah.co.id - Proyek renovasi patung ikonik di Washington DC yang digarap pada masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan. Patung yang telah dilapisi emas dengan anggaran mencapai US$ 5 juta atau sekitar Rp 90,4 miliar itu kini diduga mengalami masalah. Lapisan emasnya terlihat seperti meleleh dan mengalir ke bagian bawah patung.
Dilansir dari The Mirror US, Minggu (1/11/2026), foto yang beredar di media sosial Reddit memperlihatkan garis-garis berwarna emas mengalir hingga ke bagian alas salah satu patung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan restorasi yang baru selesai dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
Renovasi tersebut mencakup dua kelompok patung ikonik bertajuk Arts of War dan Arts of Peace. Pengerjaannya dipercayakan kepada The Gilder's Studio, sebuah firma restorasi asal Maryland.
Proyek tersebut juga menjadi perhatian karena kontraknya disetujui tanpa melalui proses tender.
Awalnya, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 45,2 miliar untuk restorasi kedua kelompok patung tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, biaya proyek membengkak hingga dua kali lipat menjadi US$ 5 juta atau setara Rp 90,4 miliar.
Selain mengalami pembengkakan anggaran, pengerjaan restorasi juga dilaporkan melewati target waktu penyelesaian.
Trump sebelumnya menginginkan patung-patung tersebut dilapisi emas 24 karat. Dia bahkan menargetkan hasil renovasi dapat diresmikan bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump sempat menyampaikan bahwa patung-patung tersebut akan selesai dilapisi kembali pada 3 Juli 2026.
"Patung-patung itu akan dilapisi kembali sepenuhnya pada 3 Juli," tulis Trump.
Namun, target tersebut tidak terealisasi sesuai jadwal. Fox News sebelumnya melaporkan bahwa patung-patung berbentuk figur manusia dan kuda dengan tampilan berwarna emas baru kembali terlihat pada akhir Juli 2026.
Proyek restorasi ini merupakan bagian dari program pelestarian yang dilakukan National Park Service.
Bukan Sekadar Pelapisan Emas
Restorasi kedua kelompok patung tersebut ternyata tidak hanya mencakup pelapisan ulang dengan emas. Pekerjaan juga meliputi pembersihan dan stabilisasi struktur granit yang menjadi alas monumen.
Pedestal granit diketahui mengalami perubahan warna menjadi keunguan akibat aliran tembaga dari material patung perunggu yang mengalami proses penuaan.
Karena itu, proses restorasi dilakukan untuk mengembalikan tampilan monumen sekaligus menjaga kondisi material penyusunnya agar tetap terawat.
Selama pengerjaan berlangsung, area monumen sempat tertutup perancah, terpal, dan pagar proyek selama beberapa bulan. Setelah proses renovasi selesai, patung-patung tersebut akhirnya kembali diperlihatkan kepada publik.
Namun, kemunculan foto yang memperlihatkan dugaan lapisan emas meleleh justru memunculkan kontroversi baru.
The Mirror US melaporkan telah meminta keterangan kepada Gedung Putih dan National Park Service terkait kondisi patung tersebut. Hingga laporan itu diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab munculnya garis-garis emas yang terlihat mengalir di bagian bawah patung.
Belum dapat dipastikan pula apakah kondisi tersebut merupakan kerusakan pada lapisan emas atau fenomena lain yang berkaitan dengan material dan proses restorasi.





