Lambeturah.co.id - Seorang atlet menembak dan berburu di Kota Surabaya di bawah umur diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelatihnya sendiri.

Kasus ini pertama mencuat melalui akun Instagram viralforjusticecom. Dalam unggahan tersebut, korban menjelaskan kronologi dugaan pelecehan melalui tulisan tangan.

Berdasarkan pengakuan korban, modus yang digunakan sang pelatih untuk melakukan pelecehan adalah memberikan hukuman fisik.

Selain itu, pelaku juga diduga melakukan child grooming. Berdasarkan kronologi korban yang ditulis tangan, dugaan pelecahan itu bermula saat pelatih mulai membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan atletnya.

Lalu, terdapat hari di mana pelatih menagih hukuman fisik terhadap korban yang berujung ada dugaan pelecehan.

Dugaan tindakan pelecehan pertama dilakukan di dalam ruangan di tempat latihan. Kemudian, korban melakukan kesalahan lagi karena mag dan mendapat hukuman lagi di kendaraan pribadi.

"Awal mulanya dia memberi aku hukuman fisik karena keseringan jatuhin mag (magasin/alat penyimpanan dan penyuplai amunisi pada senjata api). Pada suatu waktu, dia menagih hukuman fisiknya kepadaku. Lalu saat itu saat dilapangan hanya ada aku berdua bersama dia karena berhubung teman-teman sudah pulang semua. Aku membantu dia membawa barang ke dalam ruangan. Lalu dia menagihnya didalam ruangan itu & disaat itu aku hanya menurut saja. Lalu dia memulainya, menggelitik area pinggangku & sampai sudah selesai dia tiba-tiba memeluk aku dari belakang & mencium rambutku," isi tulisan tangan korban, Rabu (10/6).