Lambeturah.co.id - Nasib nahas menimpa seorang pemuda berinisial MKH (27). Niat hati meraup untung dari aksi pembobolan rumah, ia justru meregang nyawa usai tertangkap basah dan menjadi bulan-bulanan massa di Dusun III, Desa Air Teluk Kiri, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tragisnya, sebelum menghembuskan napas terakhir, terduga pelaku sempat diikat oleh warga di sebuah tiang yang berlokasi tepat di depan area pemakaman setempat. Peristiwa main hakim sendiri ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Asahan, AKP Herli Damanik, membenarkan insiden maut tersebut. Peristiwa bermula pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, ketika MKH nekat menyusup masuk ke kediaman seorang warga berinisial MP (53).

"Kejadian bermula saat pemilik rumah memergoki terduga pelaku sudah berada di dalam rumahnya dan diduga sedang mencuri. Pemilik rumah sempat berusaha menangkapnya sendiri, namun pelaku berhasil lolos dan lari ke luar," jelas Herli dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Amukan Massa Tak Terbendung

Melihat pencurinya kabur, MP dibantu warga sekitar langsung melakukan pengejaran. Warga yang diduga sudah lama memendam kekesalan akibat maraknya kasus pencurian di desa tersebut akhirnya berhasil meringkus MKH.

Emosi yang memuncak membuat massa bertindak main hakim sendiri. Pelaku diikat di tiang depan kuburan dan dihajar beramai-ramai hingga mengalami luka berat di sekujur tubuhnya.

Meninggal di Rumah Sakit

Mendapat laporan adanya warga yang dihakimi massa, personel Polsek Simpang Empat bergegas turun ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Dengan kondisi luka yang sangat parah, polisi segera mengevakuasi MKH ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Meski telah mendapatkan penanganan medis intensif, kondisi fisik MKH terus menurun akibat trauma benda tumpul yang dideritanya. Sekitar pukul 12.00 WIB di hari yang sama, pihak rumah sakit menyatakan terduga pelaku pencurian tersebut meninggal dunia.