Lambeturah.co.id - Dua hari tanpa makanan menjadi kenyataan pahit yang harus dijalani seorang ibu rumah tangga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mawar (27), nama samarannya, hidup bersama anaknya yang berusia lima tahun dan mengidap autisme dalam kondisi yang memprihatinkan.

Ia mengaku hanya bertahan hidup dengan meminum air putih karena tidak memiliki bahan makanan di rumah. Selain harus menanggung kelaparan, perempuan itu juga mengaku menjadi korban pengancaman oleh suaminya.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, bersama anggotanya menemui Mawar di rumah kontrakan.

Sebelum menjelaskan maksud kedatangannya, ia lebih dulu memastikan kondisi perempuan itu. “Kamu sehat dek? Sudah makan?” tanya Welliwanto Meski Mawar merupakan istri dari tersangka yang sedang diburu, hal itu tidak menghalangi Kompol Welliwanto

Malau untuk memberikan bantuan.

Ia langsung meminta anggotanya membeli beras, telur, air mineral, popok bayi, hingga makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan Mawar dan anaknya.

Tidak berhenti di situ, Welliwanto juga mengeluarkan uang pribadinya untuk menebus obat autisme yang dibutuhkan anak Mawar.

Polisi juga memfasilitasi kepulangannya ke Kota Baubau menggunakan kapal cepat setelah mengetahui kondisi psikologis Mawar yang masih terguncang dan tidak memiliki keluarga di Kendari.

“Besok atau lusa langsung ke pelabuhan, menghadap ke Kapolsek KP3 terkait tiket. Sudah saya komunikasikan, hati-hati di jalan ya,” kata Welliwanto Saat didatangi polisi, Mawar juga menceritakan tekanan yang selama ini dialaminya.

Ia mengaku suaminya berulang kali mengancam menggunakan senjata tajam agar dirinya tidak membocorkan aksi pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan pelaku.

Tak hanya ancaman menggunakan pisau, AR juga disebut menyandera mental istrinya dengan video hubungan intim mereka.