Lambeturah.co.id - Penerbangan Sepehran Airlines rute Mashhad–Kermanshah, Iran, berubah menjadi kepanikan massal pada Senin (14/9/2026). Pesawat tipe Boeing 737 dengan nomor registrasi FSU tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Shahid Hasheminejad, Mashhad, setelah mengalami gangguan teknis parah sesaat setelah lepas landas.
Insiden bermula ketika ban pada salah satu roda pesawat dilaporkan terlepas saat take-off. Lepasnya ban tersebut memicu gangguan lanjutan pada sistem mesin pesawat serta menimbulkan getaran yang sangat hebat (severe vibrations) di sepanjang penerbangan.
Menyadari situasi berbahaya tersebut, pilot segera mendeklarasikan status keadaan darurat (emergency) dan meminta izin kepada petugas pemandu lalu lintas udara untuk balik arah (return to base) ke bandara asal.
Suasana Kabin Mencekam, Plafon Rusak
Guncangan dahsyat yang dialami pesawat berdampak langsung pada area dalam kabin. Getaran hebat membuat kompartemen bagasi atas terbuka hingga barang-barang milik penumpang berjatuhan dan mengenai beberapa orang. Tak hanya itu, dilaporkan bagian plafon kabin juga mengalami kerusakan serta retak akibat benturan dan getaran ekstrem.
Video rekaman situasi di dalam kabin yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana dramatis dan mencekam. Sejumlah penumpang tampak menangis, berdoa, dan berteriak histeris karena mengira pesawat berada dalam bahaya fatal.
Mendarat Selamat, Tidak Ada Korban Jiwa
Meski situasi sempat kritis, kecakapan dan ketenangan awak pesawat berhasil membawa burung besi tersebut mendarat kembali di Bandara Mashhad sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Prosedur penanganan darurat di darat dijalankan dengan sigap oleh tim penyelamat.
Otoritas penerbangan mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan aman tanpa ada laporan korban jiwa maupun luka serius.
Setelah proses evakuasi selesai, para penumpang dialihkan ke penerbangan pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Kermanshah. Bandara Internasional Shahid Hasheminejad sempat ditutup sementara untuk penanganan darurat sebelum akhirnya dibuka kembali secara normal.
Catatan menunjukkan insiden ini merupakan kejadian darurat kedua yang melibatkan maskapai Sepehran Airlines di Bandara Mashhad dalam waktu berdekatan. Hingga saat ini, investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti lepasnya ban dan kerusakan mesin masih dilakukan oleh pihak berwenang.





