Lambeturah.co.id — Video aksi kejar-kejaran sejumlah pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anggota polisi melakukan tindakan tegas terhadap salah satu pelajar yang diduga terlibat dalam keributan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, menjelang salat Jumat. Lokasi kejadian berada di sekitar Polsubsektor Pegangsaan, kawasan Matraman Raya.

Video yang memperlihatkan polisi membanting atau melakukan tindakan fisik terhadap seorang pelajar kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut menuai beragam respons dari warganet.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, kejadian bermula ketika sekelompok pelajar berjalan kaki dari arah Jembatan Matraman.

Jumlah mereka diperkirakan sekitar 10 orang. Saat berada di sekitar Polsubsektor Pegangsaan, para pelajar tersebut terlibat aksi kejar-kejaran dan berteriak ke arah Tambak.

"Diawali segerombolan anak SMA (belum diketahui asal sekolahnya) sekitar 10 orang, berjalan dari arah jembatan Matraman. Setiba di samping Polsubsektor Pegangsaan, sambil berteriak-teriak, saling kejar ke arah Tambak," kata Braiel.

Polisi menduga kelompok tersebut kemudian berpapasan dengan kelompok pelajar lain yang menggunakan sepeda motor.

Situasi tersebut kemudian menarik perhatian warga sekitar. Warga yang berada di lokasi langsung berupaya membubarkan para pelajar yang terlibat kejar-kejaran.

"Oleh warga sekitar yang kebetulan akan salat Jumat, dibubarkan. Mereka berlarian membubarkan diri ke segala arah," ujar Braiel.

Dalam video yang beredar, seorang anggota polisi terlihat menghentikan salah satu pelajar. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas hingga pelajar tersebut terjatuh ke jalan.

Tindakan tersebut disebut dilakukan ketika petugas berupaya menghentikan aksi para pelajar. Sementara itu, pelajar lainnya terlihat berlarian meninggalkan lokasi.

Rekaman tersebut kemudian menjadi viral dan mendapatkan berbagai komentar dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menyoroti tindakan tegas polisi dalam menghentikan keributan tersebut.

Meski video yang beredar di media sosial dinarasikan sebagai aksi tawuran, polisi memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya di lokasi.

Kapolsek Metro Menteng memastikan tidak ada pelajar yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga tidak menemukan adanya senjata tajam di lokasi kejadian.

"Tidak ada temuan senjata tajam," tegas Braiel.

Polisi juga memastikan tidak terdapat kerugian fisik akibat kejadian tersebut.

Pelajar yang sempat diamankan kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga setelah mendapatkan pembinaan.

Video Viral Tuai Perhatian Warganet

Sebelumnya, video yang memperlihatkan polisi melakukan tindakan tegas terhadap seorang pelajar tersebut menyebar luas di media sosial.

Dalam video, sejumlah pelajar yang mengenakan pakaian sekolah tampak berlarian setelah petugas turun tangan. Salah seorang pelajar terlihat diamankan polisi, sementara pelajar lainnya berusaha meninggalkan lokasi.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar dari masyarakat. Namun, polisi menegaskan bahwa kejadian yang berlangsung di Matraman Raya tersebut tidak menyebabkan korban luka maupun ditemukan senjata tajam.

Polisi juga telah memberikan pembinaan kepada pelajar yang diamankan dan menyerahkannya kembali kepada keluarga.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aksi keributan yang melibatkan pelajar di ruang publik, khususnya pada jam sekolah, serta pentingnya pengawasan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.