Lambeturah.co.id - Insiden pemukulan terhadap seorang pramugara dalam penerbangan rute Lombok-Jakarta menjadi perbincangan di media sosial. Peristiwa yang terjadi saat proses boarding pada 25 Oktober 2026 itu menuai perhatian setelah korban mengungkap kronologi kejadian sekaligus menyebut profesi penumpang yang diduga memukulnya.
Melalui akun Threads @exmanef, pramugara tersebut menyebut penumpang yang terlibat dalam insiden itu merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam. Unggahan tersebut kemudian menjadi sorotan warganet.
Pramugara itu menyebut penumpang tersebut bernama dr. Alexander Saudale, Sp.PD, yang menurut unggahannya bekerja di Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur. Informasi identitas dan tempat kerja tersebut disampaikan oleh korban melalui media sosial.
Dalam tulisannya, korban menyayangkan tindakan penumpang tersebut. Menurut dia, profesi yang dijalani seharusnya membuat seseorang memahami pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang publik.
"Basically beliau adalah Dokter spesialis penyakit dalam. Yang mana harusnya lebih mengerti kode etik di lingkup publik dan membedakan mana benar dan salah," tulisnya.
Penumpang Disebut Dikeluarkan dari Pesawat
Sebelumnya, penumpang tersebut disebut telah dimintai keterangan setelah insiden pemukulan terjadi. Berdasarkan keterangan pramugara, penumpang itu juga mengakui kesalahannya dan akhirnya dikeluarkan dari pesawat sehingga tidak melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.
Dalam video yang beredar setelah kejadian, penumpang tersebut terlihat menyampaikan permintaan maaf.
Sementara itu, pramugara yang menjadi korban mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. Dia menilai proses lanjutan berpotensi menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk menjalankan pekerjaannya.
"Untuk urusan diperpanjang, rasanya hanya akan membuang waktu saya dalam bekerja. Jadi jalan pintas biar warganet saja yang menjadi wadah akan hal-hal tidak masuk logika seperti ini," tulisnya.
Meski demikian, korban mengaku masih merasakan dampak fisik dan psikologis akibat kejadian tersebut.
"Efek dari perbuatannya, saya selaku korban merasa sakit nyeri area perut dan saya TRAUMA," ungkapnya.
Korban Mengaku Mengalami Nyeri dan Trauma
Pramugara tersebut mengatakan telah berupaya menjalani pemeriksaan visum di salah satu rumah sakit di Palembang. Namun, karena harus kembali ke Jakarta pada malam hari, dia berencana melanjutkan pemeriksaan melalui bagian forensik.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa insiden itu tidak hanya meninggalkan persoalan di dalam pesawat, tetapi juga menimbulkan dampak yang dirasakan korban setelah kejadian.
Di akhir unggahannya, pramugara itu mengingatkan para penumpang agar tetap mematuhi aturan penerbangan dan mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi masalah.
"Dear penumpang manapun, tolong ikuti aturan. Jangan sampai nasib anda seperti bapak ini, yang tidak diberangkatkan hanya karena bertindak tanpa berpikir dan tidak dapat mengendalikan emosi," tulisnya.
Hingga informasi dalam unggahan tersebut disampaikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan insiden dari pihak maskapai maupun pihak berwenang dalam materi yang tersedia.





