Lambeturah.co.id - Seorang pria diamankan setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di kawasan Perumahan Taman Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pria tersebut awalnya diamankan oleh warga pada Jumat (28/8/2026), setelah muncul dugaan adanya tindakan pelecehan terhadap anak-anak di lingkungan perumahan tersebut.

Saat mengamankan pria itu, warga disebut menemukan sejumlah foto anak-anak yang tersimpan di dalam telepon genggam miliknya. Warga juga menemukan beberapa foto anak yang telah dicetak.

Berdasarkan informasi sementara, pria tersebut diduga mendekati anak-anak dengan cara memberikan iming-iming uang jajan. Ia juga disebut sempat mengakui perbuatannya kepada warga saat diamankan.

Selanjutnya, warga menyerahkan pria tersebut kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, membenarkan bahwa pria yang sebelumnya diamankan warga telah dibawa ke Polres.

"Waalaikumsalam wr wb pak, terkait tersebut sudah diamankan langsung di Polres ya," kata Aditya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Aditya mengatakan, informasi lebih lengkap mengenai perkara tersebut dapat disampaikan oleh pihak Polresta Tangerang.

"Mungkin nanti kalau berkenan untuk jelasnya yang bisa jelaskan dari pihak Polres ya," ujarnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polresta Tangerang, Ganda Putra Rezeki Sihombing, mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap perkara tersebut.

"Nanti ya pak. Kita masih fokus," kata Ganda.

Menurut Ganda, polisi belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Takut terlalu dini menjawabnya. Belum tuntas," ujarnya.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan pihak kepolisian akan melihat perkembangan penanganan hingga batas waktu 1x24 jam.

"1x24 jamnya juga nanti malam," kata Ganda.

Saat ditanya mengenai status pria tersebut, Ganda membenarkan bahwa yang bersangkutan telah diamankan.

"Sudah," ujarnya singkat.

Hingga Sabtu (29/8/2026), polisi belum mengungkap identitas pria tersebut. Jumlah anak yang diduga menjadi korban juga belum disampaikan kepada publik.

Polisi masih mendalami kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan status hukum dan langkah selanjutnya dalam perkara ini.