Lambeturah.co.id - Aksi seorang pria yang mengamuk di lokasi pembangunan Tugu Kuda Kuningan Melesat, Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, viral di media sosial. Pria tersebut bahkan nekat merusak bagian tugu menggunakan palu dan kampak.
Dalam video yang beredar, pria mengenakan rompi hitam dan kaus putih tersebut terlihat marah-marah menggunakan bahasa Sunda. Ia mempersoalkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang mengganti Tugu Bola Dunia menjadi ikon baru berupa patung kuda.
Pria tersebut menilai Tugu Bola Dunia memiliki filosofi dan sejarah yang kuat. Ia juga meminta pemerintah tidak sembarangan mengubah ikon daerah tanpa terlebih dahulu melibatkan berbagai pihak.
Menurutnya, perubahan ikon daerah semestinya dibahas melalui musyawarah dengan melibatkan budayawan, sejarawan, serta pihak-pihak lain yang memahami nilai sejarah dan budaya Kuningan.
Dalam video tersebut, pria itu juga menyinggung Tugu Bola Dunia yang dibangun pada masa Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda.
Ia menyebut Tugu Bola Dunia memiliki filosofi yang berkaitan dengan sejarah Kuningan, termasuk keberadaan Gedung Perundingan Linggarjati yang memiliki nilai sejarah hingga tingkat internasional.
Tugu Rusak Dipukul Palu
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (5/9/2026), proses pembangunan Tugu Patung Kuda masih berlangsung. Patung kuda sendiri belum terpasang, namun struktur tugu sudah terlihat berdiri kokoh.
Di sejumlah bagian bangunan terlihat gompal dan goresan yang diduga akibat pukulan palu.
Salah seorang pekerja, Dadang, membenarkan adanya seorang pria yang datang dan membuat keributan di lokasi proyek. Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.
Saat itu, Dadang mengaku sedang bekerja seorang diri. Pria yang tidak dikenalnya tersebut tiba-tiba meminta aktivitas pembangunan dihentikan.
Dadang kemudian mempertanyakan alasan pria tersebut menghentikan pekerjaan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai pekerja proyek.
Tak berhenti di situ, pria tersebut mengambil palu dan kampak milik Dadang yang berada di lokasi. Peralatan tersebut kemudian digunakan untuk memukul bagian tugu sambil terus melontarkan protes.
"Dia pakai palu, pakai kampak saya. Barang saya lagi kerja di sini, terus kampaknya langsung diambil, dor-dor-dor," ujar Dadang.
Aksi tersebut kemudian direkam oleh sejumlah warga yang melintas menggunakan sepeda motor maupun mobil. Dadang memilih menghindar untuk mencegah terjadinya kontak fisik.
Pria tersebut akhirnya meninggalkan lokasi setelah sekitar satu jam berada di area proyek. Polisi datang ke lokasi setelah pria itu pergi.
Dadang mengaku tidak mengetahui identitas pria tersebut.
Akibat kejadian tersebut, proses pengerjaan tugu turut terganggu. Dadang menyebut pekerjaan yang seharusnya rampung pada Jumat akhirnya mengalami keterlambatan.
Pemkab Kuningan Jelaskan Alasan Ganti Tugu
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan Putu Bagiasna menjelaskan alasan pemerintah daerah melakukan perubahan terhadap Tugu Bola Dunia.
Menurut Putu, perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan Jalan Ir Soekarno yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan, termasuk Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah.
Penataan bundaran dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya dinilai kurang terawat. Selain itu, proyek tersebut juga bertujuan memperlebar ruang jalan dan mengoptimalkan radius tikungan.
Putu menegaskan, perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda bukan hanya berkaitan dengan perubahan bentuk bangunan.
Menurutnya, ikon kuda dipilih karena dianggap merepresentasikan identitas Kabupaten Kuningan sekaligus memiliki nilai strategis dalam memperkuat karakter daerah.
Perubahan tersebut juga disebut selaras dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan 2025-2029, yakni "Kuningan Melesat Tahun 2029".
"Ikon Kuda merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan tugu memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan," kata Putu.





