Lambeturah.co.id - Puluhan penggemar BTS atau ARMY diduga menjadi korban penipuan jasa titip (jastip) pembelian tiket konser BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN JAKARTA yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.

Salah satu perwakilan korban, Sarah Nailla, mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat sekitar 50 orang yang menjadi korban jastip tiket yang dikelola oleh seorang perempuan bernama Kurnia Yulianti melalui layanan By Uniality.

Menurut Sarah, para korban tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari Sidoarjo, Gresik, dan sejumlah daerah lainnya. Sebagian besar merupakan anggota komunitas ARMY Surabaya 21.

Selain pembelian tiket konser BTS di Jakarta, korban juga mengaku mengalami kerugian dalam pemesanan merchandise, paket perjalanan, hingga layanan jastip untuk konser di berbagai negara Asia.

Jenis tiket yang dipesan pun beragam, mulai dari kategori CAT, Platinum, hingga VIP, dengan harga berkisar antara Rp2.105.000 sampai Rp5.075.000 per tiket.

Sarah menjelaskan, pihak pengelola jastip sempat menjanjikan pengembalian dana dalam waktu tiga hingga empat hari setelah proses pembelian tiket atau ticket war selesai. Namun hingga kini, uang para korban belum juga dikembalikan.

"Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp400 sampai Rp500 juta. Refund dijanjikan tiga sampai empat hari setelah war selesai, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan," ujarnya.

Konser BTS sendiri dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 26, 27, dan 29 Desember 2026. Tingginya antusiasme penggemar membuat tiket konser habis terjual dalam waktu singkat, sehingga banyak ARMY memilih menggunakan jasa titip untuk memperoleh tiket.

Merasa dirugikan, para korban kemudian mendatangi Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, untuk menyampaikan pengaduan. Bersama Armuji, mereka melakukan inspeksi ke kantor By Uniality yang berlokasi di Jalan Jagir Sidoresmo VII Nomor 35, Surabaya, pada Senin (13/7).

Tak hanya itu, para korban juga melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat diproses secara hukum.

Sarah berharap uang milik seluruh korban dapat segera dikembalikan. Ia mengaku kesulitan menghubungi pemilik jasa titip yang disebut sering memberikan berbagai alasan, mulai dari sakit hingga berada di luar kota.

"Kami hanya ingin uang kami kembali. Namun pemilik jastip sulit dihubungi dan terus menghilang. Harapan kami, seluruh uang korban bisa segera dikembalikan," tuturnya.