Lambeturah.co.id – Sebanyak 23 pelajar terjaring razia gabungan yang digelar Satpol PP bersama Polres Tulungagung pada Senin (15/6/2026). Para pelajar tersebut kedapatan nongkrong di sejumlah warung kopi dan kafe saat jam pelajaran masih berlangsung.
Saat diamankan petugas, para pelajar masih mengenakan seragam sekolah. Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan di lokasi sebelum identitasnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk tindak lanjut.
Razia dilakukan setelah petugas menerima banyak laporan dari masyarakat terkait maraknya pelajar yang bolos sekolah dan menghabiskan waktu di warung kopi saat jam belajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan menyisir sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar.
"Kami mendatangi lima warung kopi untuk mencari pelajar yang bolos sekolah," ujar salah satu petugas di lokasi.
Dari hasil operasi tersebut, petugas menemukan 23 pelajar yang berada di warung kopi dan kafe saat jam sekolah. Mayoritas pelajar yang terjaring merupakan siswa tingkat SMP, sementara sisanya berasal dari jenjang SMA dan SMK.
Petugas menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menekan angka pelajar yang membolos sekolah. Langkah ini juga merupakan respons atas keluhan masyarakat yang resah melihat banyaknya siswa berseragam yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada jam belajar.
"Karena sebentar lagi memasuki masa libur sekolah, razia akan kembali kami lakukan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai lagi. Ke depan, operasi seperti ini akan dilakukan secara rutin," pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua dapat semakin ditingkatkan agar pelajar lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.





