Lambeturah.co.id - Respons Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menjadi sorotan publik setelah dirinya dicecar pertanyaan oleh sejumlah wartawan terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap instansi yang dipimpinnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, suasana terlihat memanas ketika para jurnalis berusaha meminta klarifikasi mengenai hasil pemeriksaan BPK. Namun, alih-alih memberikan penjelasan, Kadinkes Banten justru melontarkan pernyataan yang menarik perhatian.
Terdengar ucapan, "Video aja, video. Terlalu jahat kamu," saat proses peliputan berlangsung. Di tengah situasi tersebut, legalitas wartawan yang melakukan peliputan juga sempat dipertanyakan.
Peristiwa itu kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai pejabat publik seharusnya bersikap terbuka dan memberikan penjelasan kepada media terkait hasil audit lembaga negara, terutama jika berkaitan dengan pengelolaan anggaran publik.
Sorotan terhadap Dinas Kesehatan Provinsi Banten muncul karena hasil pemeriksaan BPK dalam beberapa tahun terakhir mencatat adanya sejumlah temuan beserta rekomendasi mengenai tata kelola anggaran. Kondisi tersebut mendorong wartawan meminta klarifikasi langsung sebagai bagian dari fungsi kontrol dan pengawasan publik.
Sikap yang dinilai kurang kooperatif dalam menghadapi pertanyaan media pun menuai kritik. Banyak pihak menilai keterbukaan informasi merupakan bagian dari akuntabilitas pejabat publik, khususnya dalam pengelolaan anggaran sektor kesehatan yang menggunakan dana negara.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik antara penyelenggara negara dengan media. Keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan publik.





