Lambeturah.co.id — Perselisihan mengenai uang setoran parkir berujung aksi penusukan terhadap seorang juru parkir (jukir) berinisial E di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Korban diduga ditusuk oleh seorang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) setelah terjadi cekcok terkait setoran parkir sebesar Rp 30 ribu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026). Berdasarkan keterangan kepolisian, persoalan bermula ketika korban menggantikan pelaku untuk bekerja sebagai juru parkir di sebuah tempat makan di wilayah tersebut.

Dalam menjalankan pekerjaannya, korban menyetorkan uang parkir kepada pelaku. Namun, nominal setoran sebesar Rp 30 ribu itu diduga memicu ketidakpuasan hingga keduanya terlibat pertengkaran.

Ketua Tim Jaguar Polres Metro Depok, Ipda Suwinta, menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya mengelola parkir di lokasi tersebut sebelum korban mengambil alih pekerjaan itu.

Perselisihan yang awalnya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik. Dalam kejadian tersebut, jari tangan korban dilaporkan mengalami luka akibat digigit pelaku.

Konflik antara keduanya tidak berhenti setelah perkelahian. Perselisihan berlanjut melalui komunikasi WhatsApp hingga situasi semakin memanas.

Pelaku kemudian mendatangi tempat tinggal korban yang berada tidak jauh dari rumahnya. Di lokasi tersebut, pertengkaran kembali terjadi.

Menurut keterangan kepolisian, pelaku mengambil pisau dan menyerang korban. Korban mengalami luka di bagian atas pelipis kiri serta tiga luka tusuk di area bahu kanan bagian depan.

Petugas Tim Perintis Polres Metro Depok yang menerima informasi mengenai kejadian tersebut kemudian melakukan penanganan. Pelaku berhasil diamankan bersama sebilah pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan.

Kasus tersebut selanjutnya ditangani pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Ipda Suwinta juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kedua pihak diduga berada dalam kondisi terpengaruh alkohol saat perselisihan terjadi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena perselisihan terkait pengelolaan dan pembagian uang parkir berujung pada kekerasan fisik yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka.