Lambeturah.co.id - Pemandangan antrean pasien yang membludak di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya mendadak jadi sorotan media sosial. Kebijakan pendaftaran mandiri lewat layar komputer yang diterapkan pihak rumah sakit dinilai menyulitkan, khususnya bagi pasien lanjut usia (lansia) yang gagap teknologi (gaptek).
Keluhan tersebut mencuat usai sebuah unggahan video dari akun media sosial milik warga viral di platform TikTok dan Threads. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun `@susansyuzzi` menyampaikan aduan terbuka yang ditujukan langsung kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Ia mengeluhkan penumpukan pasien yang terjadi akibat kewajiban mendaftar sendiri secara mandiri di mesin komputer. Situasi ini dinilai kian menyulitkan lantaran mayoritas pasien yang berobat merupakan warga berusia lanjut yang kurang memahami cara pengoperasian perangkat digital tersebut.
"Pak, mohon bantuannya gimana caranya di RS Unair daftarnya tidak berjubel, karena di sini pasien harus daftar sendiri di komputer, sedangkan pasien sudah sepuh-sepuh dan gaptek," tulis pengunggah dalam narasi videonya.
Hal yang makin menyita perhatian publik adalah pengakuan dari petugas medis di lokasi. Menurut keterangan pengunggah, petugas pelayanan mengaku tidak diperbolehkan membantu proses pendaftaran mandiri para pasien lansia tersebut.
"Menurut petugas, petugas tidak boleh membantu pasien daftar, katanya kebijakan dari BPJS dan pimpinan. Terima kasih sebelumnya Pak," lanjut narasi dalam aduan online itu.
Sontak, video tersebut menuai beragam respons dan simpati dari netizen. Banyak yang menyayangkan kurangnya pendampingan bagi kelompok rentan seperti lansia dalam penerapan sistem digitalisasi pelayanan kesehatan. Warga berharap Pemkot Surabaya bersama pihak manajemen RS Unair dan BPJS Kesehatan segera mengevaluasi aturan tersebut demi kenyamanan serta aksesibilitas pelayanan pasien lansia.





