Lambeturah.co.id - Kendati pihak sekolah telah menawarkan berbagai program menarik mulai dari seragam gratis hingga sistem "jemput bola", Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bintoro 16 Kabupaten Demak, Jawa Tengah, harus menerima kenyataan pahit. Pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah ini tercatat hanya mendapatkan tiga orang murid baru.

Plt Kepala SDN Bintoro 16, Muasiroh, mengungkapkan bahwa kondisi kekurangan murid ini bukan hal baru, melainkan sudah menjadi riwayat tahunan yang terus berulang setiap memasuki masa penerimaan siswa baru.

Perpanjangan Waktu Pendaftaran Tak Membuahkan Hasil

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Demak sebenarnya telah berupaya memperpanjang waktu pendaftaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pendaftaran daring tersebut bahkan dibuka hingga hari pertama masuk sekolah, yakni pada Senin (13/7/2026).

Namun, hingga batas waktu terakhir tersebut, kuota murid baru di SDN Bintoro 16 belum juga menunjukkan adanya penambahan. Tiga siswa yang mendaftar tetap menjadi satu-satunya wajah baru di kelas satu untuk tahun ini.

Pihak Sekolah Berharap Ada Regulasi dari Pemda

Melihat tren penurunan jumlah siswa yang kian memprihatinkan, pihak sekolah berharap adanya intervensi nyata dari pemerintah daerah. Muasiroh menegaskan, diperlukan kebijakan atau regulasi khusus yang mendukung pemerataan dan penambahan murid baru di sekolah-sekolah yang sepi peminat.

"Kami berharap pemerintah daerah membuat regulasi kebijakan untuk mendukung penambahan murid baru agar sekolah ini tetap aktif dan bisa terus melayani pendidikan di masa mendatang," ujarnya.

Tanpa adanya regulasi zonasi atau penataan ulang yang tegas, sekolah-sekolah pinggiran atau yang kalah bersaing secara geografis dikhawatirkan akan semakin kehilangan murid dan terancam ditutup.