Lambeturah.co.id – Seorang gadis berusia 19 tahun di India nekat memanjat menara pemancar telekomunikasi setelah hubungan asmaranya dengan seorang pria tidak mendapat restu dari keluarga. Aksi nekat tersebut membuat warga dan aparat kepolisian setempat turun tangan untuk membujuknya agar bersedia turun.
Gadis bernama Sahiba Begum alias Mahak itu merupakan warga Desa Basthanwa. Ia memanjat menara telekomunikasi yang berada di Desa Chaudhar, wilayah hukum Polsek Motipur, Distrik Bahraich, India.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/10/2026), setelah Mahak terlibat pertengkaran dengan ibunya, Hasmatunnisa. Perselisihan dipicu keinginannya menikah dengan sang kekasih, Fakhruddin alias Nuruddin (21), yang tidak mendapat persetujuan keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media setempat, Mahak dan Nuruddin telah menjalin hubungan asmara dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari keluarga.
Nuruddin diketahui telah merantau ke Mumbai untuk bekerja sekitar dua bulan sebelum kejadian.
Setelah bertengkar dengan ibunya, Mahak meninggalkan rumah dan kemudian memanjat menara pemancar di pinggiran Desa Chaudhar. Bahkan, ia mengancam akan melompat apabila ada orang yang mendekat dan tetap bersikeras ingin menikah dengan kekasihnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi keluarga dan pihak kepolisian. Petugas, termasuk personel polisi wanita, kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif.
Upaya membujuk Mahak agar turun berlangsung cukup lama, hingga hampir lima jam. Namun, ia tetap bertahan di atas menara sampai akhirnya keluarganya menyetujui rencana pernikahannya.
Perwakilan kepala Desa Basthanwa, Sunil Singh, mengungkapkan bahwa penyelesaian persoalan tersebut turut melibatkan seorang kadi atau penghulu dari masjid setempat.
Persetujuan pernikahan kedua belah pihak diperoleh melalui panggilan video. Nuruddin yang berada di Mumbai turut mengikuti proses tersebut secara daring.
Sebuah dokumen perjanjian pernikahan tertulis juga disiapkan. Dokumen tersebut ditandatangani oleh kadi dan dua orang saksi setelah Mahak bersedia turun dari menara.
Setelah hampir lima jam bertahan di ketinggian, Mahak akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh personel polisi wanita.
Meski demikian, ibunya disebut masih belum menyetujui hubungan tersebut. Polisi kemudian membawa Mahak bersama keluarganya ke kantor kepolisian untuk mendapatkan konseling sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.





