Lambeturah.co.id – Nama Aisyah Thisia Agustiar Sabran, istri Muda Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, belakangan menjadi sorotan publik setelah sejumlah akun media sosial resmi instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengunggah ucapan ulang tahun untuk dirinya.
Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat karena muncul di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan menimbulkan persoalan kabut asap.
Sorotan publik pun berkembang di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan akun resmi instansi pemerintah untuk menyampaikan ucapan yang bersifat pribadi ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan lingkungan dan dampak karhutla.
Di tengah polemik yang ramai diperbincangkan, Aisyah Thisia dikabarkan menghadiri sebuah pertemuan bersama ulama. Dalam momen tersebut, ia tampak emosional hingga meneteskan air mata di hadapan sejumlah tokoh agama.
Polemik bermula ketika sejumlah akun media sosial instansi di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah mengunggah ucapan selamat ulang tahun kepada Aisyah Thisia.
Salah satu unggahan yang menjadi perhatian publik berasal dari akun instansi pemerintah daerah. Ucapan tersebut berisi doa dan harapan baik bagi istri orang nomor satu di Kalimantan Tengah tersebut.
Namun, waktu publikasi ucapan itu menjadi perhatian karena Kalimantan Tengah sedang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di sejumlah wilayah.
Sejumlah pihak menilai kanal komunikasi resmi pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan penyampaian informasi publik, terutama yang berkaitan dengan kondisi masyarakat dan penanganan bencana.
Kritik tersebut kemudian meluas di media sosial dan membuat nama Aisyah Thisia menjadi perbincangan nasional.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut memberikan penjelasan terkait polemik ucapan ulang tahun untuk istrinya.
Agustiar menilai ucapan tersebut pada dasarnya merupakan hal yang biasa dan tidak disertai dengan pesta ataupun perayaan besar. Meski demikian, polemik tersebut menjadi perhatian luas karena muncul bersamaan dengan situasi karhutla yang sedang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah.
Ia juga mengajak publik untuk mengambil sisi positif dari peristiwa tersebut dan menjadikan kritik yang muncul sebagai bahan evaluasi.
Setelah namanya menjadi sasaran sorotan publik, Aisyah Thisia dikabarkan tampak menangis dalam sebuah pertemuan bersama ulama.
Momen tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah gelombang kritik dan komentar warganet mengenai ucapan ulang tahun yang diunggah sejumlah akun resmi pemerintah daerah.
Belum diketahui secara rinci seluruh pembicaraan yang terjadi dalam pertemuan tersebut. Namun, momen emosional Thisia di hadapan para ulama kembali menjadi bahan perbincangan masyarakat.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana aktivitas dan kehidupan keluarga pejabat publik dapat menjadi perhatian luas, terutama ketika dikaitkan dengan situasi yang sedang dihadapi masyarakat.
Di tengah polemik yang berkembang, sejumlah pihak juga menilai bahwa sorotan seharusnya tidak hanya diarahkan kepada Aisyah Thisia secara pribadi.
Pasalnya, kontroversi bermula dari unggahan sejumlah akun resmi instansi pemerintah. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai mekanisme pengelolaan media sosial pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab atas publikasi konten tersebut.
Penggunaan akun resmi pemerintah memang kerap menjadi perhatian publik karena akun tersebut dianggap sebagai sarana komunikasi yang seharusnya digunakan untuk menyampaikan informasi pelayanan masyarakat, kebijakan pemerintah, program daerah, hingga informasi kebencanaan.
Kondisi ini menjadi semakin sensitif ketika terjadi di tengah persoalan karhutla dan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Aisyah Thisia dikenal sebagai istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Sebelum menjadi pendamping kepala daerah, namanya telah dikenal melalui sejumlah kegiatan di bidang modeling dan kontes daerah.
Ia diketahui pernah menyandang gelar Putri Wisata Kalimantan Tengah. Setelah Agustiar Sabran menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, Thisia juga menjalankan sejumlah peran dalam organisasi dan kegiatan sosial di tingkat provinsi.
Sejumlah pemberitaan menyebutkan ia terlibat dalam kegiatan sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah serta sejumlah organisasi lainnya.
Polemik ucapan ulang tahun ini pada akhirnya berkembang menjadi diskusi lebih luas mengenai komunikasi publik pemerintah.
Di era media sosial, setiap aktivitas akun resmi pemerintah dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, publik berharap pengelola akun instansi dapat lebih mempertimbangkan momentum dan sensitivitas situasi sebelum mengunggah sebuah konten.
Terlebih ketika suatu daerah sedang menghadapi persoalan bencana atau kondisi darurat, informasi mengenai keselamatan masyarakat dan langkah penanganan pemerintah dinilai perlu menjadi prioritas utama.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Sementara itu, momen tangis Aisyah Thisia di hadapan ulama menambah babak baru dalam sorotan publik terhadap kontroversi yang bermula dari unggahan ucapan ulang tahun tersebut.





