Lambeturah.co.id - Nasib tragis dialami Reyhan Hermansyah, siswa SMKN 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Reyhan dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kapal penangkap ikan di perairan Selat Makassar. Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WITA ketika Reyhan membantu menurunkan alat tangkap ikan dari kapal Putra Haji Mashudi milik H Sarmin. Siswa asal Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, itu diduga terjatuh setelah kakinya terlilit tali alat tangkap jenis purse seine atau jaring lingkar yang dilengkapi pemberat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Mundu, Ijat Danajat, mengatakan empat kru kapal sempat berupaya menyelamatkan Reyhan. Mereka bahkan terjun ke laut dan berhasil meraih tangan siswa tersebut.
"Empat dari kru kapal sempat melihat dan bahkan terjun untuk membantu. Kemudian, sampai sempat melakukan proses pertolongan, tangannya Ananda Reyhan kepegang," ujar Ijat saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Namun, upaya penyelamatan itu tidak berhasil. Beratnya tali dan pemberat yang diduga melilit kaki Reyhan membuatnya terlepas dari pegangan kru kapal.
"Hanya karena tali dan pemberatnya begitu berat, kemudian terlepas, dan akhirnya Ananda Reyhan jatuh," tuturnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika alat tangkap ikan ditarik kembali ke kapal. Saat itu, Reyhan sudah tidak terlihat.
"Kemudian, pada saat alat tangkap ditarik lagi ke kapal, Ananda Reyhan sudah tidak ada di alat tangkap tersebut," jelas Ijat.
Tinggal 19 Hari Lagi Menyelesaikan PKL
Di balik insiden tersebut, ada harapan yang belum sempat terwujud. Reyhan diketahui telah menjalani PKL sejak April 2026 dan dijadwalkan menyelesaikan praktiknya pada 28 Oktober mendatang.
Siswa kelahiran 26 Mei 2008 itu seharusnya hanya membutuhkan sekitar 19 hari lagi untuk menuntaskan masa praktiknya sebelum kembali ke rumah.
Ijat mengaku prihatin atas musibah yang menimpa anak didiknya. Ia mengenang Reyhan sebagai sosok yang baik, sopan, dan rajin. Meski prestasi akademiknya tidak terlalu menonjol, Reyhan memiliki semangat besar untuk menempuh pendidikan demi membahagiakan kedua orang tuanya.
"Reyhan anak baik. Maksudnya, dia masuk sini tuh motivasinya salah satunya adalah mau meningkatkan, ya membahagiakan ibu bapaknya," ungkap Ijat.
Kerajinan Reyhan juga terlihat selama menjalani PKL di kapal penangkap ikan. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah dari pihak pengelola kapal, Reyhan dikenal cekatan dalam bekerja.
"Rajin sekali. Bahkan di kapalnya juga sampai, ya menurut pengakuan kemarin dari pihak kapal, dia anak yang paling sergep," kata Ijat.
Belasan Kapal Dikerahkan untuk Pencarian
Setelah Reyhan dilaporkan hilang, upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, sebanyak 15 kapal dari perusahaan tempat Reyhan menjalani PKL turut membantu pencarian bersama tim SAR.
Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan pengelola kapal dan pihak terkait untuk memantau perkembangan operasi pencarian. Namun, informasi mengenai titik koordinat kejadian, luas area pencarian, serta perkembangan terbaru operasi SAR masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Kuwu Japura Lor, Gufron, mengatakan pemerintah desa pertama kali menerima informasi mengenai hilangnya Reyhan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kabar tersebut awalnya disampaikan oleh seorang siswa yang bersekolah bersama Reyhan.
Setelah itu, pihak sekolah menghubungi pemerintah desa untuk menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
"Informasi sementara yang kami dapatkan, hilangnya terbawa jaring sekitar jam setengah lima pagi kemarin," ujar Gufron saat ditemui di rumahnya.
Gufron mengaku belum mengetahui secara terperinci kronologi kejadian ketika pertama kali menerima kabar tersebut.
"Yang jelas informasi yang saya tahu korban jatuh terkena jaring," katanya.
Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, tim SAR, kepolisian perairan, serta instansi terkait lainnya. Perwakilan sekolah, pembimbing PKL, dan tim SAR dari Pati juga mendatangi pemerintah desa sebelum diantar ke rumah keluarga Reyhan.
"Khususnya dari pihak sekolah, pihak Tim SAR langsung dari Pati datang ke sini semalam, lalu dari pembimbing PKL-nya juga datang ke sini. Kemudian kami antar ke rumah keluarganya," jelas Gufron.
Keluarga Berharap Reyhan Segera Ditemukan
Hilangnya Reyhan membuat keluarga di Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, terpukul. Mereka masih menantikan kabar mengenai keberadaan siswa tersebut.
Pemerintah desa berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memaksimalkan upaya pencarian agar Reyhan segera ditemukan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pihak sekolah, Tim SAR, Polairud dan dinas-dinas terkait lainnya," ucap Gufron.
Ia juga menyampaikan harapan keluarga agar Reyhan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami memohon bantuan agar pencarian dilakukan semaksimal mungkin, dengan harapan anak tersebut dapat ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," pungkasnya.
Hingga Sabtu (10/10/2026), Reyhan masih dilaporkan hilang. Keluarga, pihak sekolah, dan pemerintah desa terus menanti perkembangan pencarian di Selat Makassar, dengan harapan siswa yang tinggal beberapa pekan lagi menyelesaikan PKL itu dapat segera ditemukan.





