Lambeturah.co.id - Suasana duka menyelimuti warga BTN Tirasa, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, setelah seorang tokoh masyarakat setempat, H. Albir, meninggal dunia saat menghadiri kegiatan sosialisasi pemilahan sampah, Rabu (30/7/2026) malam.
H. Albir diketahui mengikuti jalannya kegiatan sosialisasi dan bahkan masih sempat menyampaikan sejumlah masukan terkait program pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, tak lama setelah kembali duduk, ia diduga mengalami serangan jantung hingga akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut mengejutkan warga karena H. Albir selama ini dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, khususnya di wilayah Tirasa, Kelurahan Sudiang. Kepeduliannya terhadap persoalan lingkungan dan sosial membuatnya dihormati oleh masyarakat setempat.
Camat Biringkanaya, Maharuddin, menyampaikan belasungkawa langsung dengan mendatangi rumah duka. Ia juga meluruskan informasi yang beredar dengan menegaskan bahwa H. Albir bukan merupakan Ketua RT, melainkan tokoh masyarakat yang memiliki peran besar dalam berbagai kegiatan sosial.
"Almarhum bukan Ketua RT, tetapi beliau adalah tokoh masyarakat yang sangat dikenal di wilayah Tirasa, Kelurahan Sudiang. Beliau aktif dalam berbagai urusan kemasyarakatan dan selalu memberikan perhatian terhadap kepentingan warga," ujar Maharuddin saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, sebelum kejadian, H. Albir masih aktif mengikuti jalannya sosialisasi pemilahan sampah dan memberikan berbagai masukan kepada peserta maupun penyelenggara kegiatan.
"Beliau mengikuti sosialisasi pemilahan sampah di BTN Tirasa dan masih sempat memberikan masukan. Setelah itu beliau duduk, lalu diduga terkena serangan jantung. Kejadian ini sangat mengejutkan karena beliau hadir dengan semangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan," katanya.
Maharuddin menilai, kehadiran H. Albir hingga detik-detik terakhir menjadi bukti dedikasinya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, ia menyampaikan duka cita mendalam dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Lurah Sudiang, Ario Ahmad Fauzi. Ia mengenang H. Albir sebagai tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan dan aktif mendukung berbagai program pemerintah kelurahan.
"Atas nama Pemerintah Kelurahan Sudiang, kami turut berduka cita atas berpulangnya H. Albir. Beliau adalah tokoh masyarakat yang sangat peduli, khususnya dalam isu kebersihan dan lingkungan. Kehadiran serta masukan beliau selama ini sangat membantu kami dalam menjalankan berbagai program di kelurahan," ujarnya.
Ario berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi musibah tersebut.
Kepergian H. Albir menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Tirasa. Sosoknya dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi warga pada program pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.





